Jakarta (ANTARA) - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni mulai menjalankan proses pengadaan tiga kapal penumpang baru yang dibiayai melalui penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp4 triliun untuk mendukung regenerasi armada dan menjaga layanan transportasi laut nasional.
Direktur Utama PT Pelni Tri Andayani, dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin, mengatakan perusahaan saat ini tengah memasuki tahap awal pengadaan dengan melakukan pembahasan kontrak bersama konsultan desain kapal.
"Progres PMN 2024-2025 sampai dengan hari ini adalah kami telah menerima surat dari PT Danantara Asset Management (DAM) pada 21 April 2026 perihal tanggapan atas rencana pengadaan kapal PT Pelni dan PT DAM memberikan dukungan terhadap proses pengadaan kapal baru PT Pelni,” katanya.
Ia menjelaskan PMN yang diterima Pelni mencapai Rp4 triliun, terdiri atas Rp1,5 triliun dari APBN 2024 yang digunakan untuk uang muka pengadaan tiga kapal penumpang dan Rp2,5 triliun dari APBN 2025 untuk pelunasan pengadaan kapal tersebut.
Menurut Tri, saat ini proses pengadaan masih berada pada tahap pembahasan kontrak dengan konsultan desain sebelum memasuki tahapan pembangunan kapal.
Pelni menargetkan pengadaan tiga kapal tersebut dilakukan secara bertahap mulai 2026 hingga 2029. Kapal pertama akan menggantikan KM Umsini dan ditargetkan beroperasi pada semester I 2029.
Selanjutnya, kapal kedua yang akan menggantikan KM Kelimutu ditargetkan mulai beroperasi pada semester II 2029, sedangkan kapal ketiga pengganti KM Lawit diproyeksikan beroperasi pada semester I 2030.
Tri mengatakan total nilai proyek pengadaan tiga kapal baru tersebut mencapai Rp4,5 triliun, dengan rincian Rp4 triliun berasal dari PMN dan Rp500 miliar dari dana internal perusahaan.
Ia menambahkan dana PMN yang telah diterima saat ini masih ditempatkan di salah satu bank BUMN sambil menunggu tahapan pengadaan berjalan.
Ia merinci per 31 Mei 2026, dana PMN 2024 sebesar Rp1,5 triliun yang ditempatkan di bank tercatat berkembang menjadi sekitar Rp1,59 triliun karena memperoleh pendapatan giro.
Sementara, dana PMN 2025 sebesar Rp2,5 triliun meningkat menjadi sekitar Rp2,53 triliun.
Menurut Tri, pengadaan kapal baru diperlukan karena armada kapal penumpang Pelni yang berjumlah 26 unit semakin menua. Sebagian besar kapal telah berusia di atas 25 tahun atau melampaui umur teknis dan ekonomis kapal.
"Ketidakmampuan Pelni dalam pembiayaan investasi penggantian alat produksi dalam hal ini kapal secara mandiri sehingga diperlukannya kehadiran pemerintah," katanya.
Pelni berharap proses pengadaan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga kapal-kapal pengganti dapat mulai beroperasi secara bertahap mulai 2029 guna menjaga konektivitas dan layanan transportasi laut bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Baca juga: Pelni siap jadi mitra kapal pesiar internasional berlayar di Indonesia
Baca juga: Pelni catat layani 652.271 penumpang selama Angkutan Lebaran 2026
Baca juga: Pelni beri potongan tarif 20 persen untuk muatan kontainer
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































