Jakarta (ANTARA) - Pelatih timnas sepak bola amputasi Indonesia Syahrul Ase meminta pemainnya untuk all out atau mengerahkan segalanya pada laga penentuan Piala Asia Amputasi 2025 melawan Iran di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (13/11).
Hal ini dikatakan oleh Syahrul setelah timnya menelan kekalahan 0-1 dari Irak pada laga kedua Grup A di Stadion Madya, Senin. Kekalahan ini membuat nasib Indonesia untuk lolos ke babak gugur dan juga lolos ke Piala Dunia Amputasi 2026 ditentukan pada Kamis.
"Paling enggak kami harus all-out menampilkan yang terbaik. Yang jelas, kemenangan lawan Iran adalah pintu kami untuk lolos ke Piala Dunia. Yang jelas kami akan tampilkan yang terbaik juga lawan Iran," kata Syahrul.
Baca juga: Timnas bola amputasi kalah tipis dari Irak di Piala Asia 2025
Saat dimintai komentarnya dalam kekalahan melawan Irak, Syahrul melihat pertandingan sudah berjalan baik untuk Indonesia, meski tidak dengan hasilnya.
Gol kemenangan Irak pada pertandingan tercipta pada akhir babak pertama melalui tendangan keras pemain nomor punggung 9 bernama Abdullah.
"Alhamdulillah pertandingan berjalan dengan baik, walaupun hasilnya tidak maksimal untuk kita. Tapi kami juga sebagai tim, apresiasi juga di tim Irak. Karena mereka juga, kami juga kaget mereka bisa menampilkan yang terbaik," ungkap Syahrul.
"Tapi paling enggak kami puas juga dengan penampilan anak-anak. Mereka bisa kerja keras, bisa menampilkan yang terbaik, walaupun hasilnya tidak maksimal," tambah dia.
Soal evaluasi, Syahrul mengakui bahwa kekuatan timnya berkurang setelah kapten tim Aditya tak bermain pada laga hari ini. Namun, ia tak ingin menganggap hal ini sebagai alasan.
Baca juga: Timnas amputasi Indonesia pesta gol ke gawang Suriah
"Ya mungkin tidak terlalu berpengaruh, hanya mungkin sosoknya dia yang kami perlukan. Tapi paling tidak kalau memang dia ada, ya kekuatan kami bertambah," kata Syahrul menjelaskan apakah berpengaruh timnya kehilangan Aditya.
Sementara itu, bagi Sahata Sianturi, mungkin hari ini penampilan timnya dapat lebih baik jika ada Aditya di lapangan. "Rasanya kita bisa lebih baik lagi buat hari Kamis karena hari ini juga kita udah termasuk maksimal, kita cuman ketinggalan 1-0 dan itu juga mungkin faktor keberuntungan juga," ucap Sahata.
Kekalahan ini membuat Indonesia turun ke peringkat dua klasemen sementara Grup A dengan tiga poin, dengan tertinggal satu poin dari Irak sebagai pemuncak klasemen yang sama-sama sudah memainkan dua pertandingan. Di peringkat tiga, ada Iran dengan satu poin, sementara di posisi terakhir dihuni oleh Suriah dengan tanpa poin.
Pertandingan berikutnya di Grup A akan mempertemukan Iran melawan Suriah pada Selasa (11/11), lalu dilanjutkan Irak melawan Suriah pada Rabu (12/11) dan Indonesia melawan Iran pada Kamis (13/11).
"Dan kita harus fokus, harus kembali fokus untuk pertandingan lawan Iran. Tidak ada kata yang kecewa, tidak ada kata karena harapan Indonesia untuk lolos masih ada, masih besar," kata Syahrul tentang apa yang dikatakannya kepada tim untuk melawan Iran di laga terakhir.
Baca juga: Timnas amputasi Indonesia runner up Kejuaraan Asia 2025
Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































