Jakarta (ANTARA) - Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Kesehatan, Ribka Tjiptaning, mengungkapkan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, berpesan saat melakukan tugas kemanusiaan di wilayah bencana untuk menolong tanpa melihat latar belakang pihak yang ditolong.
"Ibu Megawati selalu pesan bahwa ketika kita menolong rakyat, tidak boleh lihat lagi siapa dia yang kita tolong. Mau separtai, mau tim sukses, mau siapa, semua harus ditolong tanpa melihat latar belakang orang itu," kata Ribka di Seminar Mitigasi Bencana dan Pertolongan Korban, di Jakarta, Jumat.
Ribka juga mengatakan Megawati selalu mengingatkan agar PDIP selalu menangis dan tertawa bersama rakyat.
Lebih lanjut Ribka mengungkapkan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP memiliki struktur sampai tingkat ranting sehingga sigap saat menghadapi bencana dan menolong korban bencana.
"Kalau ada bencana, mungkin pemerintah masih rapat, 'Mau ngapain nih kita?' Tapi kalau Baguna sudah datang ke tempat bencana itu. Meskipun hanya membawa mie dan aqua, tapi kepedulian ini karena perintah Ibu Megawati: Bukan kebahagiaan kita dekat kekuasaan, tapi kebahagiaan kita harus selalu menangis dan tertawa bersama rakyat. Itu perintah Ketua Umum kita. Dan itu sudah nyantol di otak semua teman-teman Baguna di seluruh Indonesia. Begitu ada bencana, lari dia buru-buru, apapun yang dibawa. Mie, aqua, duluan datang," ujarnya.
Ia mengatakan Baguna dalam melaksanakan tugas kemanusiaan selalu berkoordinasi dengan lembaga pemerintah seperti BNPB, BMKG, dan juga Basarnas. Dia menceritakan Baguna bersama tim kesehatan PDIP terjun langsung di tiga provinsi di Sumatra yang terkena bencana.
"Kita ini di Ring of Fire. Jadi kita ini daerah Indonesia yang rawan bencana. Ya, mau daerah bencana tsunami lah, air bah, segala tanah longsor, puting beliung, semua ada di Indonesia ini," kata Ribka.
Dia mengatakan Baguna juga diberi pelatihan tentang penyelamatan korban. Sebab karena pengetahuan kurang, malah jadi dampaknya salah saat memberi pertolongan.
Ribka menceritakan saat tugas kemanusiaan di tiga provinsi, Baguna juga mendapat bantuan dari dokter-dokter diaspora lulusan China.
"Saya tanya, 'Kenapa kamu mau bantu PDI Perjuangan?' Karena saya lihat, Dok—manggil saya Dok gitu—kalau Ketua Umum partai lain itu cuma angkut-angkut beras saja ya. Tapi Ibu Megawati tanpa bersuara, menyuruh mengirim Kapal Malahayati, Rumah Sakit Apung-nya, dengan dokter-dokter tim kesehatannya untuk berkeliling di daerah bencana, ketiga bencana itu," tuturnya.
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































