PBM siswa SDN 05 Kayu Pasak Agam di tenda darurat berjalan lancar

2 weeks ago 7

Lubuk Basung (ANTARA) - Proses belajar mengajar (PBM) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat di tenda darurat berlangsung dengan lancar meskipun dengan segala keterbatasan.

"Sebanyak 97 siswa terpaksa belajar di tenda darurat sejak 5 Januari 2026 karena ruang kelas yang ada dipakai untuk tempat pengungsian warga terdampak bencana," kata Kepala Sekolah SDN 05 Kayu Pasak Novita Yuliarman di Lubuk Basung, Kamis.

Menurutnya ada tiga tenda yang dipakai untuk proses belajar mengajar oleh siswa saat ini.

Di dalam tenda itu juga dilengkapi dengan kursi dan meja namun tetap berlantaikan tanah.

Meskipun demikian, katanya, para siswa tetap semangat mengikuti proses belajar mengajar.

Pihaknya selain memberikan mata pelajaran seperti biasa juga terus memberikan semangat kepada siswa yang pada umumnya rumahnya hancur dilanda banjir bandang yang terjadi pada Kamis (27/11/2025).

Sejak kejadian bencana itu, sekolah digunakan untuk tempat pengungsian bagi warga yang terdampak.

"Pada umumnya siswa disini merupakan korban bencana alam. Rumah orang tuanya hancur dilanda bencana alam," kata salah seorang guru kelas IV Joni Hendra.

Untuk jam masuk belajar siswa dimulai pukul 08.00 WIB dan pulang pukul 11 WIB.

Baca juga: UIN Bukittinggi trauma healing siswa di Agam bangkitkan semangat anak

Sementara itu, guru Bahasa Inggris Oneng mengatakan proses belajar mengajar tetap berjalan seperti biasanya.

Namun, pihaknya akan kewalahan jika hujan datang yang menyebabkan lantai di tenda darurat itu digenangi air.

"Satu Minggu terakhir tidak ada hujan dan kota tentu berharap anak-anak bisa kembali belajar di ruang kelas," harapnya.

Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal mengatakan pihaknya saat ini terus memacu penyelesaian hunian sementara bagi warga terdampak bencana alam.

"Jika tidak ada halangan Sabtu (24/1) warga sudah bisa menempati hunian sementara sehingga para siswa sudah bisa kembali belajar di ruang kelas," katanya.

Bencana alam di Kabupaten Agam yang terjadi akhir November 2025 lalu menyebabkan 165 orang meninggal dunia, 37 orang hilang korban mengungsi 3.246 orang.

Selain itu merusak sejumlah infrastruktur jalan, jembatan, rumah, sekolah, sarana ibadah di 16 kecamatan yang ada.

Baca juga: Mendikdasmen serukan semangat bangkit pulihkan pendidikan di Sumatra

Baca juga: ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |