PBB siap tingkatkan peran dalam penyelesaian krisis Selat Hormuz

10 hours ago 4

Moskow (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres menyatakan PBB ingin berkontribusi dalam penyelesaian krisis di Selat Hormuz.

“Tujuan utama saya adalah melihat apakah memungkinkan menciptakan kondisi di Selat Hormuz seperti yang pernah ada sebelumnya. Tentu konteksnya berbeda dan solusinya juga akan berbeda, tetapi kami ingin berperan dan siap mengelola sistem tersebut,” kata Guterres dalam wawancara dengan Politico yang dipublikasikan Sabtu.

Ia menambahkan bahwa PBB saat ini bekerja sama dengan negara-negara Teluk, serta tetap menjalin komunikasi dengan Dewan Eropa.

Sebelumnya, Guterres, Kamis (19/3), menyeru Israel dan Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan operasi terhadap Iran karena berisiko lepas kendali, menyebabkan penderitaan besar bagi warga sipil serta berdampak pada perekonomian global.

“Sudah saatnya supremasi hukum mengalahkan hukum kekuatan. Sudah saatnya diplomasi mengalahkan perang,” kata Guterres kepada wartawan di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) para pemimpin Uni Eropa.

Sekjen PBB itu mendesak Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz di tengah serangan militer AS dan Israel terhadap negara tersebut.

Guterres juga meminta Iran menghentikan serangan balasan terhadap negara-negara tetangga di kawasan Teluk, dengan alasan bahwa negara-negara tersebut “tidak pernah menjadi pihak dalam konflik ini.”

“Penutupan berkepanjangan Selat Hormuz menyebabkan penderitaan besar bagi banyak orang di seluruh dunia yang tidak ada kaitannya dengan konflik ini,” kata Guterres menegaskan.

Sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan berbagai kerusakan dan banyak korban sipil. Iran kemudian membalas dengan serangan ke wilayah Israel dan target militer AS di Timur Tengah.

AS dan Israel awalnya menyatakan bahwa serangan “pendahuluan” tersebut diperlukan untuk menghadapi ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran, tetapi kemudian menegaskan keinginan untuk melihat perubahan rezim kekuasaan di Iran.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: PBB: AS pegang kunci untuk hentikan konflik di kawasan Timur Tengah

Baca juga: Sekjen PBB: Konflik Iran bisa lepas kendali, dunia terancam menderita

Baca juga: PBB: Iran harus berhenti serang negara tetangga, buka Selat Hormuz

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |