PBB (ANTARA) - PBB menentang serangan terhadap ladang gas South Pars dan infrastruktur energi lainnya di Iran, kata Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq dalam konferensi pers, Rabu (18/3).
Sebelumnya pada hari yang sama, kantor berita Tasnim melaporkan bahwa Israel dan Amerika Serikat menyerang fasilitas energi di ladang gas terbesar di Iran itu dan zona industri Asaluyeh yang menjadi pusat pemrosesan gas.
Kebakaran dilaporkan terjadi di Asaluyeh setelah tangki penyimpanan dan fasilitas pengolahan terkena serangan.
"Ya, kami menentang semua serangan semacam itu," kata Haq saat ditanya apakah PBB mengutuk serangan tersebut.
Ia menekankan perlunya pihak-pihak yang bertikai menghindari serangan terhadap target non-militer.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menimbulkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.
Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di seluruh Timur Tengah.
AS dan Israel awalnya mengeklaim "serangan pendahuluan" itu diperlukan untuk melawan ancaman dari program nuklir Iran, tetapi kemudian mereka mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk mengubah rezim yang berkuasa di Iran.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur pada hari pertama operasi militer AS-Israel itu.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pembunuhan Khamenei sebagai "pelanggaran hukum internasional yang sinis."
Kementerian Luar Negeri Rusia mengutuk operasi AS-Israel tersebut dan menyerukan deeskalasi serta penghentian permusuhan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Wakil Iran di PBB: Iran punya hak jaga perdamaian-keamanan di Hormuz
Baca juga: AS tuduh Rusia dan China lindungi Iran di Dewan Keamanan PBB
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































