PBB desak pemimpin dunia ambil langkah tegas atasi masalah iklim

3 months ago 17

Belem, Brasil (ANTARA) - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Kamis (6/11) mendesak para pemimpin dunia untuk mengambil tindakan tegas, segera, dan bersama dalam memerangi perubahan iklim.

Seruan mendesak tersebut disampaikan sekjen PBB itu dalam sebuah konferensi tingkat tinggi (KTT) para pemimpin menjelang konferensi perubahan iklim PBB ke-30, atau COP30, yang akan digelar pada 10-21 November di Kota Belem di wilayah Amazon, Brasil.

Digelar selama dua hari, KTT Aksi Iklim Pemimpin Dunia (World Leaders Climate Action Summit) dimulai pada Kamis untuk membahas komitmen dan tantangan terkait perubahan iklim yang mendesak.

Seraya menyebutkan bahwa target untuk membatasi kenaikan suhu global di angka 1,5 derajat Celsius di atas level praindustri yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris 2015 telah gagal, Guterres menekankan perlunya pergeseran paradigma untuk membatasi kenaikan suhu yang terlalu tinggi ini, sembari memperingatkan soal ancaman ekosistem serta konsekuensi sosial-ekonomi yang signifikan.

Dia mendesak para pemimpin dunia untuk mengambil tindakan tegas dan segera guna membalikkan tren pemanasan global.

"Jika kita bertindak sekarang dengan cepat dan skala yang besar, kita dapat membuat kenaikan suhu yang terlalu tinggi ini menjadi sekecil, sesingkat, dan seaman mungkin, dan membawa suhu kembali ke level di bawah 1,5 derajat Celsius sebelum akhir abad ini," katanya.

"Kita perlu bertindak lebih cepat, dan bertindak bersama. COP ini harus memicu dekade percepatan dan implementasi," ujarnya.

Dalam pidatonya di KTT para pemimpin tentang aksi iklim tersebut, Guterres juga menekankan bahwa energi bersih memiliki potensi yang jauh lebih besar untuk memastikan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan global yang berkelanjutan, seraya menyebutkan fakta bahwa pada 2024, hampir seluruh kapasitas daya baru berasal dari sumber energi terbarukan.

Pewarta: Xinhua
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |