Meulaboh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat melalui Tim Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) menetapkan sebanyak 123 rumah masyarakat yang tersebar di sejumlah kecamatan rusak akibat bencana banjir bandang yang terjadi pada 26 November 2025.
“Dari 188 unit rumah yang sebelumnya dilaporkan rusak oleh masyarakat, setelah kami lakukan verifikasi lapangan, sebanyak 123 unit rumah dinyatakan rusak akibat bencana alam,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Barat Kurdi kepada ANTARA di Meulaboh, Rabu.
Kurdi mengatakan sebelumnya pemerintah daerah (pemda) menetapkan 117 rumah masyarakat rusak dengan berbagai kategori akibat bencana alam, namun menjelang penutupan pelaporan kerusakan rumah dan hasil pengkajian kebutuhan pascabencana (Jitupasna) dan rapat konsultasi publik pada Senin (19/1) lalu, dinyatakan 123 rumah masyarakat rusak akibat banjir bandang.
Adapun sebaran rumah rusak tersebut berada di sepuluh kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Sungai Mas, Kecamatan Woyla Timur, Kecamatan Woyla Barat, Kecamatan Woyla, Kecamatan Arongan Lambalek, Kecamatan Pante Ceureumen, Kecamatan Panton Reue, Kecamatan Kaway XVI, Kecamatan Meureubo, serta Kecamatan Johan Pahlawan.
Baca juga: Pemkab Aceh Barat usulkan dana rehab-rekon bencana Rp1,28 triliun
Kurdi mengatakan nantinya masyarakat korban bencana yang mengalami kerusakan rumah akan mendapatkan bantuan dana rehab dari pemerintah, dengan jumlah bantuan Rp15 juta untuk rusak ringan, rusak sedang mendapatkan bantuan sebesar Rp30 juta, dan rusak berat direncanakan dapat bantuan Rp60 juta per rumah.
Kurdi mengatakan Pemkab Aceh Barat juga telah melakukan uji publik terhadap 123 rumah warga yang dilaporkan rusak, sebagai bagian dari keterbukaan informasi publik dan memastikan transparansi dalam penerimaan data kerusakan rumah yang dialami oleh masyarakat akibat bencana alam banjir bandang.
Publikasi ini juga bertujuan memberikan akses informasi yang luas kepada masyarakat, kata Kurdi, sehingga nantinya diharapkan laporan kerusakan rumah masyarakat sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Baca juga: Pemkab Aceh Barat sudah verifikasi 117 unit rumah rusak akibat bencana
Baca juga: BMKG: Waspada potensi hujan disertai petir di Pantai Barat Aceh
Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































