Jakarta (ANTARA) - PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) menargetkan pendapatan maupun laba bersih dapat tumbuh sebesar 10-20 persen year on year (yoy), seusai perseroan resmi melangsungkan Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia.
Direktur Keuangan PJHB Anthony Samuel Rahmatharun dalam wawancara cegat di Main Hall BEI Jakarta, Kamis, mengatakan perseroan menargetkan kinerja dapat tumbuh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau akan tumbuh berapa persen kurang lebih kita harapin sekitar 10-20 (persen) dari tahun lalu. Posisi masih on progres, kalau kita lihat forecast-nya ke depan bagus,” ujar Anthony.
Ia menjelaskan pendapatan perseroan akan dikontribusikan dari jasa angkutan kapal, seiring lini bisnis perseroan yang bergerak di industri pelayaran.
“Kita memang dari pelayaran, jadi dari jasa angkutan kapal,” ujar Anthony.
Dalam kesempatan ini, Komisaris Utama PJHB Hero Gozali optimistis industri pelayaran nasional akan maju pada tahun depan.
Menurut dia, kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak akan memberikan pengaruh signifikan ke industri pelayaran tanah air.
“Optimisnya karena pulau Indonesia besar, perlu membutuhkan kapal landing craft,” ujar Hero.
PJHB melangsungkan pencatatan perdana saham atau IPO di pasar modal Indonesia dengan meraih dana segar senilai Rp158,40 miliar, yang akan digunakan untuk pembangunan tiga unit kapal baru jenis Landing Craft Tank (LCT).
Ketiga kapal baru itu, di antaranya Kapal LCT P 75m x L 16 m x T 4,8m / 2500 DWT senilai Rp57 miliar, Kapal LCT P 72m x L16m x T4,8m/ 2500 DWT senilai Rp53 miliar, serta Kapal LCT P 72 m x L 16m x T 4,8m/ 2500 DWT senilai Rp53 miliar.
Sebagai informasi, Presiden Komisaris PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) Hero Gozali dan Prajogo Pangestu memiliki latar belakang sama yaitu berasal dari Kalimantan. Salah satu klien PJHB yaitu PT Petrosea Tbk (PTRO) merupakan perusahaan milik Prajogo Pangestu
Sektor perkapalan saat ini tengah menjadi primadona, tercermin dari kinerja perusahaan Prajogo Pangestu yaitu PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang mencatatkan kenaikan laba bersih 267,7 persen (yoy) menjadi 77,60 juta dolar AS pada kuartal III-2025, dibandingkan sebesar 21,1 juta dolar AS pada periode sama tahun sebelumnya.
Diproyeksikan industri perkapalan nasional masih akan terus tumbuh mengingat kebutuhan pasar yang semakin meningkat.
Baca juga: IPO raih Rp158,40 miliar, Pelayaran Jaya "all in" membangun 3 kapal
Baca juga: Gelar IPO, Pelayaran Jaya tawarkan harga Rp310-Rp330 per saham
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































