Papan Interaktif Digital buat siswa lebih mudah pahami sains di kelas

1 week ago 14

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mentransformasi proses belajar, khususnya sains di ruang kelas serta implementasi deep learning melalui pemberian Papan Interaktif Digital (PID).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan program Digitalisasi Pembelajaran bukan sekadar pemenuhan sarana prasarana, melainkan strategi untuk menjangkau wilayah yang sulit secara geografis.

“Digitalisasi Pembelajaran menjangkau lebih dari 288.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Kami tentu saja sangat berharap agar pemenuhan sarana prasarana ini dapat menjadi semangat untuk kita memberikan layanan pendidikan yang bermutu,” ujar Mu'ti di Jakarta, Minggu.

Ia menambahkan bahwa untuk daerah yang sulit dijangkau, pemerintah memberikan paket bantuan lengkap.

“Kami tidak hanya mengirimkan PID, tetapi kami juga bantu listriknya dan jaringannya dengan Starlink, sehingga PID dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh,” kata Mu'ti.

Baca juga: Mendikdasmen: AI harus dikuasai dengan kompetensi-keadaban digital

Menurutnya, pembelajaran sains di sekolah selama ini kerap berhenti pada rumus yang dihafalkan, bukan proses yang dipahami.

Konsep abstrak seperti teori kinetik gas, yang menjelaskan hubungan tekanan, volume, dan suhu, sering sulit dimengerti oleh siswa.

Melalui pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID), pembelajaran kini bergerak dari sekadar abstraksi menuju visualisasi, sehingga siswa dapat melihat dan memahami proses ilmiah secara konkret.

Manfaat nyata penggunaan PID di ruang kelas pun dirasakan langsung oleh tenaga pendidik dan siswa. Kepala SMAN 1 Indralaya Pudyo Laksono menjelaskan keberadaan papan interaktif ini sangat membantu siswa memahami materi pelajaran yang sebelumnya sulit dibayangkan.

Baca juga: Kemendikdasmen bantu papan interaktif digital untuk PAUD di Manokwari

“Terkait teori kinetik gas pada hukum Boyle misalnya, siswa kini tak lagi sekadar mengabstraksi hubungan antara tekanan, volume, dan suhu, melainkan dapat melihat visualisasi pergerakan partikel secara langsung melalui papan interaktif digital. Saat simulasi pompa dilakukan untuk menekan partikel di dalam wadah, siswa dapat mengamati terjadinya pergesekan antarpartikel hingga munculnya indikator tutup wadah yang terlepas, yang secara konkret menunjukkan adanya tekanan yang sangat besar dalam sistem tersebut,” ujarnya.

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |