Pameran “Renjana” hadirkan tujuh pelukis cat air di Balai Budaya

2 months ago 22

Jakarta (ANTARA) - Tujuh pelukis cat air akan menggelar pameran bersama bertajuk "Renjana" di Balai Budaya, Jakarta, menghadirkan ragam ekspresi visual yang mengeksplorasi makna renjana sebagai kekuatan batin dalam proses berkarya.

Pameran ini akan berlangsung selama tujuh hari dan turut menghadirkan kegiatan seni luar ruang pada 6 Desember 2025.

Pameran tersebut menampilkan karya Michellina Triwardhany, Dian Fitrasari, Niken Vijayanti, Aviliani, Baskoro Sardadi, Erika Enda Ginting, dan Dumasi Marisina Magdalena Samosir. Mereka tergabung dalam Agus Budiyanto Aquarelle Studio (ABAS), sebuah komunitas seni yang beranggotakan pelukis dari beragam latar belakang.

Menurut pengamat seni Bambang Asrini, tema "Renjana" merujuk pada istilah Sanskerta "Ranjana" yang bermakna ruang kegembiraan dan dorongan emosional kuat dalam proses kreatif.

“Bahasa Sanskerta mengartikan 'Ranjana' sebagai rasa yang muncul dari kesadaran berlandas hati, selain perjuangan dan pencarian bahasa visual tak henti,” ujar Bambang dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Bambang Asrini mengatakan pameran ini merupakan bentuk pergumulan kreatif para pelukis dalam mengeksplorasi tema secara personal.

“Pameran Renjana adalah totalitas tujuh pelukis yang bertemu dengan pengalaman nalar-rasa kehidupan, baik dari sisi pencipta maupun apresian,” ujarnya.

Baca juga: Rekomendasi acara seru di Jakarta jelang akhir November

Sementara itu, General Manager Bentara Budaya Jakarta Ilham Khoiri dalam pengantar katalog pameran menyebut tradisi seni cat air memiliki jejak panjang dalam sejarah seni rupa Indonesia.

Ia menyinggung pelukis istana, Lee Man Fong, yang dikenal menggunakan medium cat air dan dekat dengan Presiden Soekarno.

“Bung Karno sendiri juga membuktikan seorang pelukis cakap saat dibuang ke Ende,” kata Ilham.

Ia menambahkan bahwa praktik seni cat air tidak hanya digeluti pelukis profesional atau lulusan akademi seni rupa, tetapi juga oleh mereka yang belajar secara otodidak melalui komunitas.

“ABAS memiliki anggota dari berbagai profesi, mulai dari arsitek hingga bankir,” ujarnya.

Selain menampilkan karya, panitia juga menyiapkan acara melukis di luar ruang pada 6 Desember 2025.

Kegiatan tersebut terbuka bagi komunitas cat air dan publik yang ingin berpartisipasi, dengan penyediaan sejumlah fasilitas bagi peserta.

Pameran "Renjana" diharapkan menjadi ruang apresiasi serta dialog kreatif antara seniman dan masyarakat, sekaligus memperlihatkan keragaman pendekatan visual dalam seni cat air Indonesia.

Baca juga: Lampung gelar pameran seni rupa "Pamer Pamor"

Baca juga: Fadli: Pameran seni jadi panggung buat pegiat budaya unjuk karya

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |