Jakarta (ANTARA) - Board of Experts Prasasti, yang juga pakar energi, Arcandra Tahar menilai diplomasi energi menjadi instrumen vital dalam menjaga ketahanan nasional, sebagaimana yang terjadi di tengah gejolak geopolitik di kawasan Teluk Arab.
"Diplomasi energi merupakan pintu pembuka bagi keamanan energi suatu negara. Melalui hubungan antarpemerintah atau government-to-government diplomacy, Indonesia dapat membangun aliansi politik tingkat tinggi yang memungkinkan akses langsung terhadap aset energi strategis di berbagai negara," ujar Arcandra, dalam keterangannya, yang diterima di Jakarta, Rabu.
Menurutnya, sebagian sumber daya energi terutama di kawasan Timur Tengah seringkali membutuhkan dukungan hubungan antarnegara untuk dapat diakses secara optimal.
Dalam situasi seperti ini, hubungan antarnegara menjadi faktor penting untuk membuka peluang kerja sama sekaligus memberikan kepastian politik bagi investasi energi di luar negeri.
Arcandra menambahkan strategi tersebut perlu dijalankan secara hati-hati di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. Indonesia perlu memanfaatkan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif untuk menjaga hubungan yang seimbang di tengah rivalitas global serta dinamika sanksi internasional.
"Dengan posisi yang tidak terikat pada blok kekuatan tertentu, Indonesia memiliki ruang diplomasi yang cukup luas. Jika dimanfaatkan secara tepat, hubungan politik antarnegara dapat diterjemahkan menjadi kerja sama produksi jangka panjang yang memperkuat keamanan pasokan energi nasional,” ucapnya.
Ketegangan di kawasan Teluk juga kembali menyoroti pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur distribusi energi global.
Selat ini menyalurkan sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia, menjadikannya salah satu chokepoint energi paling strategis di dunia.
Gangguan keamanan di kawasan tersebut dalam beberapa pekan terakhir telah meningkatkan ketidakpastian terhadap stabilitas pasokan energi global serta memicu lonjakan risiko dalam perdagangan minyak dunia.
Prasasti mengapresiasi langkah pemerintah dalam merespons situasi ini sambil menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat, terutama terkait dampak dari dinamika geopolitik global serta langkah-langkah penyesuaian yang dilakukan pemerintah.
Komunikasi yang jelas dinilai penting agar masyarakat dapat memahami situasi yang berkembang dan memiliki ekspektasi yang realistis terhadap kondisi ekonomi ke depan.
Baca juga: Menteri ESDM kawal diplomasi energi RI-Rusia, jaga pasokan domestik
Baca juga: Akademisi: Diplomasi energi Bahlil di Jepang perkuat posisi Indonesia
Baca juga: Lewat diplomasi di Tokyo, Menteri ESDM perkuat RI wujudkan swasembada
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































