Meta beli pasokan listrik 1 GW dari energi surya untuk pengembangan AI

3 months ago 26

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan teknologi Meta menandatangani tiga kesepakatan baru untuk memperoleh pasokan energi listrik sebesar 1 gigawatt (GW) dari pembangkit tenaga surya guna memenuhi kebutuhan daya yang meningkat seiring pengembangan teknologi kecerdasan buatannya (AI).

Dilansir dari Tech Crunch pada Senin, melalui perjanjian tersebut, total kapasitas energi surya yang dikontrak Meta pada tahun ini mencapai lebih dari 3 gigawatt.

Energi surya menjadi pilihan utama sejumlah perusahaan teknologi karena biaya pembangunannya relatif murah dan waktu penyelesaiannya lebih cepat dibandingkan sumber energi lain.

Baca juga: EV hingga panel surya, inovasi energi ramaikan Asian Expo Yangon 2025

Dua dari tiga kesepakatan baru itu ditandatangani di Louisiana, Amerika Serikat, dengan total kapasitas 385 megawatt. Proyek tersebut dijadwalkan selesai dalam dua tahun mendatang.

Sebelumnya, Meta juga mengumumkan pembelian 600 megawatt listrik dari pembangkit listrik bertenaga surya berskala besar di dekat Lubbock, Texas, yang ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027.

Pembangkit listrik tenaga surya di Texas itu tidak akan terhubung langsung ke pusat data Meta, tetapi akan memasok daya ke jaringan listrik setempat untuk mengimbangi konsumsi energi fasilitas milik perusahaan tersebut.

Baca juga: BRIN perkuat riset energi terbarukan lewat simposium sel surya dunia

Adapun dua proyek di Louisiana melibatkan pembelian environmental attribute certificates (EAC) atau sertifikat atribut lingkungan yang memungkinkan Meta mengimbangi penggunaan energi berbasis karbon tinggi.

Sertifikat semacam itu telah digunakan selama bertahun-tahun untuk mendukung proyek energi terbarukan. Namun, sejumlah pakar menilai mekanisme tersebut kini kurang efektif karena biaya pembangunan energi surya dan angin sudah jauh lebih rendah dibandingkan sumber energi fosil.

Para ahli berpendapat, jika perusahaan ingin benar-benar menyeimbangkan konsumsi energi akibat peningkatan penggunaan AI, langkah yang lebih efektif adalah mendorong pembangunan kapasitas baru energi terbarukan, bukan sekadar membeli sertifikat kompensasi emisi.

Baca juga: Meta pangkas 600 posisi di divisi AI

Baca juga: Meta hadirkan teknologi pengenalan wajah ke Eropa, Inggris, & Korsel

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |