Mentrans: Produk kawasan transmigrasi berhasil tembus pasar global

2 hours ago 1
produk yang dihasilkan oleh kawasan transmigrasi dan diekspor ke luar negeri di antaranya adalah cokelat, kopi, durian, nilam

Jakarta (ANTARA) - Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengungkapkan produk dari kawasan transmigrasi berhasil menembus pasar global melalui program unggulan Trans Karya Nusa pada tahun 2025.

"Ini bukti kualitas bukan sekadar eksperimen. Beberapa produk yang dihasilkan oleh kawasan transmigrasi dan diekspor ke luar negeri di antaranya adalah cokelat, kopi, durian, nilam," ujar Iftitah di Jakarta, Kamis.

Dia mencontohkan ekspor biji kakao dari Kawasan Transmigrasi Kabupaten Polewali Mandar ke Yokohama, Jepang dan ekspor durian Parigi Moutong ke Tiongkok.

Kedua contoh tersebut merupakan contoh peningkatan produksi komoditas unggulan dari kawasan transmigrasi.

Iftitah juga mengatakan bahwa Program Trans Karya Nusa juga giat untuk mempromosikan kawasan transmigrasi kepada para investor untuk membuka lebih banyak lapangan kerja bagi transmigran dan penduduk setempat.

"Investasi masuk, lapangan kerja terbuka, masyarakat lokal harus menjadi penerima manfaat utama," katanya.

Salah satunya di Kawasan Transmigrasi Maloy-Kaliorang, Kalimantan Timur, di mana perusahaan LX International dari Korea berkomitmen untuk melaksanakan investasi senilai Rp1,2 triliun sehingga berpotensi membuka lebih dari 3.800 lapangan kerja.

Sebagai informasi, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Kementerian Transmigrasi (Kementrans) memproyeksikan kawasan transmigrasi di Indonesia mampu menciptakan nilai ekspor baru sebesar Rp85 triliun-Rp120 triliun per tahun.

Ia menuturkan bahwa potensi peningkatan nilai ekspor tersebut dapat dioptimalkan jika pengembangan kawasan transmigrasi dilakukan secara terintegrasi, meliputi pembangunan infrastruktur dasar, hilirisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai agregator, serta pemberian kepastian status pemanfaatan lahan.

Ia mengatakan berbagai upaya tersebut diperkirakan dapat mendongkrak nilai tambah kawasan sebesar 20-35 persen, meningkatkan realisasi investasi sebesar 15-25 persen, serta menekan biaya logistik nasional sebesar 10-20 persen dalam jangka waktu 3 hingga 5 tahun ke depan.

Pengembangan kawasan transmigrasi secara terintegrasi tersebut juga diperkirakan dapat mendorong kenaikan nilai produktivitas ekonomi kawasan Rp320 triliun-Rp410 triliun per tahun.

Baca juga: Mentrans: Trans Tuntas ubah lahan transmigrasi miliki nilai ekonomi

Baca juga: Mentrans: Lebih dari 13 ribu transmigran terima SHM pada 2025

Baca juga: Mentrans ajak putra-putri daerah Boven Digoel ikut Beasiswa Patriot

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |