Menteri Pertanian sebut stok beras nasional capai angka tertinggi

3 hours ago 5
Dan ini adalah tertinggi selama Republik ini merdeka

Surabaya (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut stok beras nasional saat ini mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka yakni 5,3 juta ton dan diperkirakan meningkat menjadi 5,5 juta ton pada akhir bulan.

"Alhamdulillah hari ini kita mencapai stok tertinggi dalam sejarah yaitu 5,3 juta ton. Mudah-mudahan akhir bulan 5,5 juta ton. Dan ini adalah tertinggi selama Republik ini merdeka," katanya di sela kegiatan Forum General Discuss (FGD) dengan tema "Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan untuk Cadangan Pangan Pemerintah" di Gudang Sewa Bulog Jatim Komplek Pergudangan Romokalisari, Surabaya, Kamis.

Ia mengatakan, dengan kondisi stok yang cukup besar tersebut kesejahteraan petani mengalami peningkatan signifikan.

Menurutnya, Nilai Tukar Petani (NTP) menjadi yang tertinggi dalam 33 tahun terakhir berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

"Kita lihat sekarang, kesejahteraan petani meningkat, NTP-nya tertinggi selama 33 tahun itu sesuai data BPS," ujarnya.

Ia juga menyebut Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian melonjak dari 0,67 persen menjadi 5,7 persen pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Sekarang itu naik 5,7 persen, tertinggi selama 25 tahun dan mungkin tertinggi sepanjang sejarah. Ini sangat tinggi," katanya.

Amran menegaskan seluruh capaian tersebut didasarkan pada data resmi, baik dari BPS, Food and Agriculture Organization (FAO) maupun pemerintah Amerika Serikat. Ia menyebut produksi beras nasional berada di kisaran 34,6 juta ton dan surplus sekitar 4 juta ton.

"Ini bukan kata Kementerian Pertanian, bukan kata Menteri Pertanian. FAO mengatakan produksi kita 34,6 juta ton. Dari Amerika Serikat juga mengatakan 34,6 juta ton. Jadi tiga data dunia maupun nasional mengatakan produksi sekitar 34 juta ton dan surplus 4 juta ton," ujarnya.

Ia juga membandingkan capaian stok beras saat ini dengan era Presiden Soeharto pada 1984 ketika Indonesia mendapat penghargaan FAO dengan stok Bulog sebesar 2,6 juta ton. Kini, menurut Amran, stok Bulog mencapai lebih dari 5 juta ton hingga membuat pemerintah harus menyewa gudang tambahan.

"Kapasitas gudang hanya 3 juta ton. Sekarang 5 juta ton sudah sewa 2 juta ton. Kalau ini data tidak benar, mana kepala gudang? Itu dipenjara tuh," ucapnya.

Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Timur Langgeng Wisnu Adinugroho mengatakan pihaknya terus menambah kapasitas pergudangan untuk menampung stok pangan yang terus meningkat selama masa panen. Saat ini, Bulog Jatim telah menyewa ratusan unit gudang tambahan yang tersebar di berbagai wilayah.

"Secara Jawa Timur kita sudah menyewa 190 komplek pergudangan. Kalau unitnya sudah 223 unit gudang se-Jawa Timur dan itu kapasitas totalnya 650 ribu ton,” ujar Langgeng.

Ia menjelaskan, dari total gudang sewaan tersebut, tingkat keterisiannya kini telah mencapai sekitar 80 persen. Jika serapan gabah dan beras masih tinggi selama musim panen, Bulog akan kembali menambah gudang sewaan.

"Kalau panen masih banyak, kita akan menyewa lagi," katanya.

FGD dihadiri oleh Direktur Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, sejumlah dekan Fakultas Pertanian dan Ketahanan Pangan dari Universitas Andalas, Universitas Briwijaya dan Universitas Negeri Surabaya, juga pengamat pertanian, perwakilan petani dan pedagang, BEM sejumlah Perguruan Tinggi di Jawa Timur, Gapoktan, serta organisasi masyarakat yang lainnya.

Baca juga: Bapanas: Harga beras stabil ditopang stok lima juta ton CBP Bulog

Baca juga: Anggota DPR: Stok beras aman harus bermuara pada harga stabil

Pewarta: Indra Setiawan
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |