Kepala Bakom: Masyarakat semakin rasakan manfaat Program MBG

2 hours ago 7
Mengenai MBG, seperti yang kami sampaikan intinya pemerintah terus memperbaiki tata kelola

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan masyarakat semakin merasakan manfaat dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) termasuk dalam aspek kemudahan memperoleh makanan bergizi.

Dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu, Kepala Bakom RI Qodari menyampaikan bahwa survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) yang melibatkan 81.100 rumah tangga di seluruh Indonesia memperlihatkan mayoritas rumah tangga penerima MBG menyatakan persetujuan atas manfaat dari program itu dengan tingkat persetujuan meningkat dari Juli ke November 2025 dalam semua aspek yang disurvei.

"Meningkatkan kemudahan memperoleh makan bergizi naik dari 81,4 persen menjadi 84,1 persen. Memperbaiki perilaku makan bergizi dari 80,3 persen menjadi 84,1 persen," kata Qodari.

Baca juga: BGN: Uang beredar dari MBG di NTB mencapai Rp824 miliar per bulan

Selain itu, tingkat persetujuan masyarakat terkait peran MBG untuk meringankan beban waktu menyiapkan makan siang meningkat dari 75,4 persen menjadi 78,3 persen serta aspek meringankan pengeluaran sehari-hari dari 73,6 persen menjadi 75,9 persen.

Tidak hanya itu, dia juga menyoroti bahwa persentase siswa yang menghabiskan seluruh porsi MBG juga naik dari 66,9 persen pada Juli 2025 menjadi 69,8 persen pada November 2025.

Hal itu, katanya, mengindikasikan adanya perbaikan kualitas menu dan cita rasa secara berkala.

Baca juga: Menko Pangan minta BGN tambah serapan telur lewat program MBG

Dia mengatakan perbaikan tata kelola dalam pelaksanaan MBG terus dilakukan dengan kerja sama antara kementerian dan lembaga terkait.

"Mengenai MBG, seperti yang kami sampaikan intinya pemerintah terus memperbaiki tata kelola. Tentunya karena ini berurusan dengan jumlah yang sangat banyak, tentu pasti memerlukan kerja sama dengan K/L yang lain," tutur Qodari.

Secara khusus dia menyoroti sejak penerapan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) telah terjadi peningkatan yang signifikan. Dengan sepanjang 2026 terdapat 3.615 aduan yang masuk ke call center SAGI 127 yang dioperasikan Badan Gizi Nasional (BGN).

Baca juga: BGN puji higienitas dapur pesantren di Lombok Barat

Pewarta: Prisca Triferna Violleta/Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |