Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada Selasa meresmikan Laboratorium dan Storage Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVIII di Situs Megalitik Watunonju, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, sebagai pusat informasi peninggalan budaya Megalitikum di kawasan Lore Lindu.
Pembangunan fasilitas itu merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan pelindungan, pengelolaan, serta pemanfaatan warisan budaya secara berkelanjutan, khususnya warisan budaya Megalitikum di wilayah Sulawesi Tengah.
"Sulawesi Tengah sering disebut sebagai negeri seribu megalit. Tinggalan-tinggalan budaya di wilayah ini menunjukkan bahwa Nusantara bukan peradaban yang baru, melainkan peradaban yang telah tumbuh dan berkembang sejak ribuan, bahkan puluhan ribu tahun lalu," kata Fadli sebagaimana dikutip dalam keterangan resmi kementerian.
Dengan kekayaan warisan budayanya, menurut dia, Sulawesi Tengah memiliki tempat strategis dalam sejarah panjang peradaban manusia.
Ia menyampaikan bahwa ukiran pada batu granit, menhir, kalamba, dolmen, dan struktur peninggalan Megalitikum lain di Lore Lindu menunjukkan perkembangan peradaban manusia.
"Tinggalan ini menunjukkan bahwa wilayah Lore Lindu merupakan salah satu titik penting dalam sejarah peradaban manusia," katanya.
Ia mengemukakan bahwa kehadiran Laboratorium dan Storage Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVIII di Situs Megalitik Watunonju dapat memperkuat riset, konservasi, dan pelestarian peninggalan budaya Megalitikum di Lore Lindu.
Fasilitas tersebut memungkinkan pelaksanaan dokumentasi, penelitian, serta pengelolaan objek kebudayaan dan cagar budaya secara lebih presisi, aman, dan tertib.
Laboratorium dan Storage Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVIII tidak hanya dirancang sebagai pusat konservasi dan penelitian, tetapi juga sebagai pusat informasi bagi peneliti, pelajar, wisatawan, dan masyarakat umum mengenai peninggalan budaya Megalitikum di Lore Lindu secara menyeluruh.
Menteri Kebudayaan berharap fasilitas ini dapat menjadi penggerak pemajuan kebudayaan serta mendatangkan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Ia juga mengharapkan kawasan Lore Lindu nantinya bisa masuk ke dalam daftar warisan budaya dunia.
"Lore Lindu bukan hanya cagar budaya nasional, tetapi memiliki signifikansi global dan layak diperjuangkan sebagai warisan budaya dunia," katanya.
Baca juga: Menbud dorong pelindungan situs megalitik di kawasan Lore Lindu
Baca juga: Gubernur canangkan Sulawesi Tengah sebagai Negeri Seribu Megalit
Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































