Menteri Bahlil berpesan jangan khawatirkan sanksi AS terhadap Rusia

3 months ago 30

Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berpesan kepada masyarakat agar jangan mengkhawatirkan sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Rusia, utamanya terkait dengan perusahaan minyak dan gas bumi (migas) Rusia yang berinvestasi di Indonesia.

“Tenang saja, banyak jalan menuju surga. Jangan terlalu khawatir, kami sudah siasati,” ucap Bahlil ketika dijumpai setelah Upacara Hari Jadi Pertambangan dan Energi yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat.

Adapun salah satu perusahaan Rusia yang yang dikenakan sanksi oleh Amerika Serikat adalah Rosneft. Perusahaan itu terlibat dalam proyek Kilang Minyak Tuban, Jawa Timur.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan hingga saat ini, pemerintah Indonesia tidak berencana untuk mencari mitra lain yang akan menggarap Kilang Tuban.

Baca juga: SKK Migas sebut Blok Tuna akan digarap perusahaan migas Rusia

Ia pun menyinggung bahwa sanksi yang diberikan oleh Amerika Serikat terhadap perusahaan-perusahaan migas Rusia bukanlah hal yang baru. Menurut Laode, yang terpenting untuk menanggapi situasi tersebut adalah pemerintah yang terus berinovasi dan meningkatkan daya tawar Indonesia di hadapan Amerika Serikat.

Laode pun menyoroti rencana Indonesia meningkatkan impor komoditas energi dari Amerika Serikat, seperti minyak mentah (crude), bahan bakar minyak (BBM), hingga LPG, yang diyakini Laode menjadi daya tawar Indonesia di tengah-tengah sanksi AS terhadap Rusia.

Pernyataan tersebut terkait dengan AS yang menjatuhkan sanksi kepada Rosneft dan Lukoil beserta anak-anak perusahaannya. Rosneft adalah perusahaan energi terintegrasi yang melakukan eksplorasi, ekstraksi, produksi, pemurnian, transportasi, dan penjualan minyak bumi, gas alam, dan produk minyak bumi.

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |