Mentan: Hilirisasi kelapa dan tanaman gambir membuka lapangan kerja

3 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan hilirisasi kelapa dan tanaman gambir dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.

"Ini kita hilirisasi ke depan, bisa membuka lapangan kerja lima juta orang," ujar Amran dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat.

Dirinya juga menambahkan melalui hilirisasi komoditas pertanian maka cita-cita untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen dapat terwujud.

"Hilirisasi, kita punya komoditas strategis yang permintaannya tinggi di tingkat dunia. Kelapa kita itu naik 100 kali lipat kalau kita hilirisasi. Ada juga tanaman gambir, gambir juga itu 80 persen kita kuasai dunia," katanya.

Sebelumnya Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan, hilirisasi komoditas pertanian nasional, seperti kelapa bulat, minyak kelapa sawit (CPO), dan tanaman gambir berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi hingga Rp10 ribu triliun.

Kata dia, nilai tersebut setara dengan sekitar tiga tahun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang saat ini target APBN 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun.

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki posisi strategis karena menguasai sejumlah komoditas tersebut. Kelapa dan gambir, misalnya, menempatkan Indonesia sebagai produsen nomor satu global, selain itu, Indonesia juga menguasai sekitar 60 persen pasar CPO dunia.

Dengan dominasi itu, Mentan menilai hilirisasi akan memperkuat daya tawar Indonesia di pasar internasional. Negara-negara lain yang telah membangun industri pengolahan akan sangat bergantung pada pasokan bahan baku dari Indonesia.

Selain itu, menurut Mentan, hilirisasi menjadi kunci utama untuk menghentikan ketergantungan impor sekaligus mendorong ekspor produk bernilai tambah tinggi.

Pemerintah, kata dia, tidak lagi ingin mengekspor bahan mentah, melainkan produk jadi hasil pengolahan industri dalam negeri.

Lebih lanjut, Mentan menambahkan, keberhasilan sektor pertanian nasional juga tercermin dari stabilitas harga pangan yang berdampak luas, tidak hanya bagi petani dan industri pupuk, tetapi juga bagi masyarakat global yang menikmati hasil produksi Indonesia.

Baca juga: Mentan: Hilirisasi gambir hingga kelapa beri nilai tambah Rp10 ribu T

Baca juga: Mentan sebut hilirisasi sawit dan kelapa tekan impor energi nasional

Baca juga: Mentan tekankan hilirisasi peternakan di Danantara stabilkan harga

Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |