Mensos soroti peluang kerja sama dengan industri untuk tekan kemiskinan

2 weeks ago 15

Batam (ANTARA) - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyoroti peluang kerja sama dengan sektor industri untuk mengentaskan kemiskinan di daerah yang memiliki kemiskinan bersifat urban seperti di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Kota Batam tahun 2025 tercatat sekitar 68 ribu jiwa.

“Mengatasi kemiskinan itu ada beberapa hal. Pertama melalui pendidikan, kedua perlindungan dan jaminan sosial, dan ketiga pemberdayaan. Semua disesuaikan dengan karakter dan kondisi keluarga penerima manfaat,” ujar Menteri Saifullah di Batam, Selasa.

Ia mencontohkan adanya kolaborasi yang telah dibangun antara Pemerintah Kota Batam dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dengan sejumlah industri, khususnya untuk menyerap lulusan SMA dan sederajat agar langsung masuk ke dunia kerja.

Baca juga: Pemerintah jadikan pengentasan kemiskinan fokus utama tahun ini

“Ya bisa dengan bekerja sama dengan industri di sini. Saya dengar wali kota dan gubernur sudah membuat perjanjian kerja sama dengan industri-industri, sehingga lulusan sekolah bisa diserap industri,” katanya.

Ia menjelaskan, masyarakat membutuhkan dukungan yang tergantung pada situasi dan kondisi tiap individu.

“Jadi kalau misalnya ia usia produktif, ya mungkin yang dibutuhkan bantuan modal, bantuan keterampilan. Kalau dia usia sekolah, ya dia wajib sekolah,” katanya.

Terkait bantuan sosial, Saifullah menyampaikan bahwa program seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan non-tunai (BPNT) tetap berjalan, namun kini didukung pembenahan data melalui penerapan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Baca juga: Pemprov NTB ubah lahan tidur investor jadi alat pengentasan kemiskinan

DTSEN diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 dan menjadi rujukan seluruh kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah.

“Sekarang Indonesia menuju satu data tunggal. Pemutakhiran dilakukan setiap tiga bulan, sehingga penerima bantuan bisa berubah sesuai kondisi terbaru,” katanya menjelaskan.

Ia meminta dukungan aktif pemerintah daerah hingga tingkat RT dan RW untuk memastikan data kemiskinan terus diperbarui.

Dengan data yang akurat dan kolaborasi lintas sektor, Saifullah optimistis pengentasan kemiskinan di Batam, maupun di daerah lain, dapat dilakukan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Baca juga: Khofifah yakin Sekolah Rakyat efektif putus mata rantai kemiskinan

Pewarta: Amandine Nadja
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |