Mensos: Siswa SR berkembang signifikan dari sikap hingga optimisme

3 weeks ago 12

Tangerang (ANTARA) - Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan setelah enam bulan menempuh pendidikan, siswa sekolah rakyat (SR) mengalami perkembangan signifikan dari berat badan yang bertambah, lebih disiplin, percaya diri dan memiliki rasa optimis yang kuat meraih masa depan.

"Wajah mereka hari ini menunjukkan rasa optimis meraih mimpi masa depannya. Jauh sekali ketika mereka pertama kali baru pertama datang. Ini bisa dilihat dari penampilan di depan para guru hari ini. Bahkan banyak orang tua yang melapor mengenai perkembangan positif anaknya," kata Mensos Saifullah Yusuf pada acara buka puasa bersama dengan guru dan siswa sekolah rakyat yang digelar di ICE BSD Tangerang, Jumat.

Ia mengatakan pada awal masuk ke SR, para siswa memiliki latar belakang yang berbeda dan masalah yang beragam. Apalagi penerimaan siswa masuk di SR berbeda dengan sekolah pada umumnya sebab hanya pada kelengkapan administrasi.

Tetapi komitmen dari Presiden Prabowo terkait sekolah Rakyat ini, maka berbagai tantangan selama enam bulan mampu diatasi meski ke depan akan terus ditingkatkan.

"Kita lihat hari ini, para siswa mampu tampil berani dengan pidato menggunakan bahasa Mandarin, Inggris dan Arab. Ini tentunya capai yang luar biasa," ujarnya.

Ia juga mengatakan, SR memiliki tantangan yang beragam mulai dari kemampuan siswa yang berbeda hingga kebutuhan tenaga pendidik.

“Ada yang usia 9 tahun masih kelas 1 SD, atau 15 tahun baru masuk kelas 1 SMP. Ada yang sempat putus sekolah satu sampai dua tahun,” ujarnya.

Oleh karena itu, Kemensos selama dua hari sejak kemarin mengumpulkan seluruh guru sekolah rakyat dalam rangka peningkatan kapasitas dan diakhiri buka puasa bersama.

"Tujuan utama program ini adalah memastikan para siswa nantinya menjadi lulusan Sekolah Rakyat yang tangguh, terampil, berkarakter, dan cerdas," ujarnya.

Saat ini Sekolah Rakyat telah berjalan lebih dari enam bulan di 166 titik yang menampung hampir 16 ribu siswa.

Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |