Mensos: Proyek percontohan perlinsos tidak Jawa sentris

1 hour ago 2
Piloting itu pertama pemilihan lokasi mempertimbangkan daerah yang telah memiliki sistem layanan sosial, sarana-prasarana pendukungnya siap, dan penanganan kasus yang berjalan. Jadi memang ada ukuran-ukurannya itu

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan pelaksanaan proyek percontohan berbagai pembaruan Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) tidak bersifat Jawa-sentris, meskipun semuanya diawali di Pulau Jawa, termasuk digitalisasi bantuan sosial dan penguatan Pusat Kesejahteraan Sosial (PKS) desa.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat ditemui di Jakarta, Senin, mengatakan pelaksanaan proyek percontohan tersebut ditentukan berdasarkan kesiapan infrastruktur dan sumber daya pendukung di daerah, seperti ketersediaan pusat data, sumber daya manusia, serta pengalaman pemutakhiran data sosial yang telah berjalan sebelumnya.

Mensos mencontohkan dalam digitalisasi bantuan sosial. Menurutnya, program yang sedang ditangani Kementerian Sosial bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) awalnya diuji coba di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, namun saat ini sudah diperluas ke sekitar 40 daerah di berbagai wilayah, termasuk di luar Pulau Jawa.

Baca juga: Digitalisasi bansos perdana dimulai bulan depan di Banyuwangi

"Jadi enggak penetrasi, piloting ya. Jadi ini inget piloting ya. Piloting itu pertama pemilihan lokasi mempertimbangkan daerah yang telah memiliki sistem layanan sosial, sarana-prasarana pendukungnya siap, dan penanganan kasus yang berjalan. Jadi memang ada ukuran-ukurannya itu, sehingga dapat menjadi contoh penerapan bagi daerah lain," kata Mensos Saifullah Yusuf.

Pendekatan serupa juga diterapkan pada penguatan Puskesos desa yang sedang dijajaki oleh Kementerian Sosial bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).

Puskesos merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk memastikan transparansi data diri penerima manfaat bantuan sosial benar-benar menyasar warga desa yang membutuhkan, atau berasal dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan ekonomi terendah Desil I-IV dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Hal ini sebagaimana Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 dan Instruksi Presiden Nomor 8 Tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan.

Baca juga: Uji coba Digitalisasi Bansos dilaksanakan di dua desa di Banyuwangi

Dalam perencanaannya sejumlah desa di Provinsi Banten, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, dan Jawa Timur, akan dipilih untuk melaksanakan proyek percontohan penguatan Puskesos tahun ini.

Mensos Saifullah Yusuf menegaskan program tersebut pada prinsipnya ditujukan untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara merata, dengan tahapan pelaksanaan yang disesuaikan dengan kesiapan daerah serta diawali dengan sosialisasi nasional melalui sistem daring.

"Kalau kemudian nanti ini bagus kita akan berlakukan secara nasional. Pasti dirancang untuk dilakukan secara bertahap ke luar Pulau Jawa, termasuk ke wilayah Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Papua, dan Aceh nantinya," kata Mensos Saifullah Yusuf.

Baca juga: Mensos: Masyarakat yang layak terima bansos bisa ajukan lewat aplikasi

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |