Banjarbaru (ANTARA) - Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf mengatakan pembangunan gedung Sekolah Rakyat menjadi faktor penentu utama dalam meningkatkan daya tampung siswa program sekolah itu di seluruh Indonesia.
“Setiap unit Sekolah Rakyat dirancang untuk menampung maksimal 300 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Oleh karena itu, jumlah gedung yang selesai dibangun akan berbanding lurus dengan jumlah siswa yang dapat direkrut setiap tahunnya,” kata Mensos setelah mendampingi Presiden Prabowo meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin.
Ia menjelaskan, jika 100 gedung saja sudah bisa menerima 30.000 siswa, maka 200 gedung berarti dua kali lipat atau 60.000 siswa, dan jika 300 gedung berarti 90.000 siswa per tahun.
“Pembangunan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum, sementara Kementerian Sosial fokus menyiapkan siswa, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta operasional pembelajaran,” tutur Mensos.
Baca juga: Mensos targetkan Sekolah Rakyat tampung 500 ribu lebih siswa pada 2030
Menurut dia, pembagian peran antar-kementerian tersebut dilakukan agar proses pembangunan fisik dan kesiapan sumber daya manusia dapat berjalan seiring dan saling mendukung.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan minimal 100 gedung Sekolah Rakyat dapat dibangun setiap tahun.
Dengan skema itu, kata dia, jumlah gedung diperkirakan mencapai 500 unit pada 2029–2030, sehingga daya tampung pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu dapat diperluas secara signifikan.
“Dengan koordinasi yang baik, kami optimistis target Bapak Presiden Prabowo bisa tercapai,” ujar Mensos.
Baca juga: Memotong rantai kemiskinan melalui pendidikan inklusif
Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































