Belém (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam mendukung inisiatif "Fasilitas Hutan Tropis Abadi" Brasil, merupakan bukti keseriusan Presiden RI Prabowo Subianto dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK).
"Maka komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk ikut di dalam Tropical Forest Forever Facility (TFFF) ini memang berkaitan dengan upaya Republik Indonesia untuk secara serius mencapai penurunan emisi gas rumah kaca. Saya rasa apa yang dicanangkan Bapak Presiden dilaksanakan dengan sungguh-sungguh," kata Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq di sela-sela pelaksanaan acara Belém Leader Summit, di Belém, Brasil, Kamis (6/11) waktu setempat.
Ia menyampaikan target pengurangan emisi Indonesia dalam Second Nationally Determined Contribution (SNDC) lebih ambisius 8-17 persen dibandingkan target sebelumnya.
"Di dalam SNDC, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menargetkan mengurangi emisi gas rumah kaca sampai di 1,2 gigatons untuk low emission, kemudian 1,5 gigatons untuk high emission. Ini titik pentingnya adalah dari forestry. Jadi sektor forestry menjadi titik penting di dalam rangka upaya pemerintah mengurangkan emisi gas rumah kaca," kata Hanif Faisol Nurofiq.
Baca juga: Kemenhut amankan 4.000 ha areal perambahan di Bentang Alam Seblat
Tropical Forest Forever Facility (TFFF) merupakan fasilitas pendanaan sebesar 125 miliar dolar AS untuk mendukung negara-negara berhutan.
Indonesia akan berpartisipasi aktif di dalam TFFF dan telah berkomitmen untuk menyamai kontribusi Brasil.
"Brasil komitmen 1 miliar dolar AS, Indonesia komitmen 1 miliar dolar AS, Norwegia komitmen 3 miliar dolar AS selama 10 tahun. Perancis komitmen, mereka sudah setor 400 juta euro dan mereka komitmen untuk tambah 500 juta euro lagi sampai tahun 2030," kata Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Perubahan Iklim Hashim Djojohadikusumo.
Dalam Belém Leader Summit, Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Perubahan Iklim Hashim Djojohadikusumo hadir memimpin delegasi Indonesia, dengan didampingi oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Belém Leader Summit merupakan pertemuan pendahuluan jelang Konferensi ke-30 Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-bangsa (COP30).
Belém Leader Summit yang berlangsung pada 6 - 7 November 2025 ini mempertemukan para pemimpin dunia untuk membahas isu-isu perubahan iklim.
Baca juga: Jelang COP30, ilmuwan ingatkan Amazon hampir capai titik kritis
Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































