Menkop dukung Festival Bunga dan Buah Karo jadi ajang internasional

5 hours ago 3

Medan (ANTARA) - Menteri Koperasi (Menkop) RI Ferry Juliantono menyatakan dukungan penuh meningkatkan Festival Bunga dan Buah Karo 2027 di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), mendatang menjadi berskala internasional.

"Festival Bunga dan Buah Karo adalah salah satu dari 125 event terbaik di Indonesia. Kami akan dukung penuh kegiatan tahun depan (2027) agar skalanya meningkat menjadi kegiatan internasional," kata Ferry didampingi Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya saat membuka Festival Bunga dan Buah Karo 2026 di Taman Mejuah-juah, Berastagi, Kabupaten Karo, Sumut, Kamis.

Ia menegaskan kesiapan kementeriannya mendukung pengembangan potensi daerah, terutama lewat festival yang telah masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata itu.

Pada kesempatan itu, ia pun menyanjung semangat masyarakat Tanah Karo yang menjadi modal penting bagi kabupaten tersebut untuk terus mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi berbasis potensi lokal.

Ferry Juliantono menerima penganugerahan marga Batak Karo, yakni Ginting sebagai penghormatan dari masyarakat adat Karo.

Selanjutnya, Ferry yang diampingi Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya dan Bupati Karo Antonius Ginting melepas iring-iringan pawai di Taman Mejuah-juah, Berastagi.

Pawai Festival Bunga dan Buah 2026 itu diawali atraksi energik marching band, dan dilanjutkan iring-iringan mobil hias menampilkan beragam kreasi seni.

Iring-iringan mobil hias yang dipenuhi bunga segar dan buah hasil pertanian lokal menjadi salah satu daya tarik utama dalam perhelatan itu.

Ribuan masyarakat Tanah Karo terlihat memadati sepanjang jalur pawai mulai dari kawasan tribun utama hingga Taman Mejuah-juah. Mereka menyaksikan secara langsung festival tahunan yang menjadi salah satu ikon pariwisata Kabupaten Karo tersebut.

Kemeriahan semakin terasa dengan kehadiran beragam gaun dan kostum unik yang dirancang menggunakan elemen hasil pertanian lokal.

Adanya kuda yang menjadi salah satu simbol dan sekaligus daya tarik wisata khas Berastagi juga turut ambil bagian dalam pawai.

Selain menampilkan hasil bumi dan potensi pariwisata, festival tahun 2026 juga menghadirkan ritual Erpangir Ku-Lao merupakan tradisi masyarakat Tanah Karo diwariskan secara turun-temurun.

Erpangir Ku-Lao merupakan ritual pembersihan diri yang pada masa lalu dilakukan oleh penganut kepercayaan Pemena (Pamenah).

Erpangir Ku-Lao berarti mandi atau membersihkan diri menggunakan pangir, yakni ramuan tradisional terbuat dari dedaunan aromatik, bunga-bunga, dan jeruk purut yang disiramkan dengan air sungai atau sumber air bersih.

Dalam tatanan adat Karo, ritual itu dipahami sebagai simbol pembersihan aura negatif, penyembuhan, pembuangan sial, serta ungkapan rasa syukur atas kelimpahan hasil bumi.

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |