Menko Polkam: Ruang digital strategis bentuk opini masyarakat

3 weeks ago 10
Medan digital sekarang sangat strategis. Saya ibaratkan sebagai Padang Kurusetra atau medan tempur yang sangat besar

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menegaskan ruang digital memiliki posisi strategis dalam membentuk opini, pola pikir, dan karakter masyarakat sehingga perlu dikelola secara bersama.

“Medan digital sekarang sangat strategis. Saya ibaratkan sebagai Padang Kurusetra atau medan tempur yang sangat besar,” kata Djamari dalam Forum Koordinasi Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) di Jakarta, Selasa.

Menurut Djamari, ruang digital juga menjadi medan kritik yang dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat. Karena itu, pemerintah dan seluruh elemen bangsa perlu memiliki kemampuan mengelola arus informasi.

“Ruang digital saya katakan juga sebagai medan kritik, medan yang siapa pun bisa menguasainya maka akan memenangkan pertempuran. Apabila tidak kita kuasai, maka akan dikuasai orang lain dengan tujuan tertentu,” ujarnya.

Forum yang berlangsung di Graha Marinir Panti Perwira, Jakarta Pusat, tersebut mengusung tema “Optimalisasi Peran Humas Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah dalam Menghadapi DFK dan Disrupsi Informasi”.

Baca juga: Menbud dorong kreator muda penuhi ruang digital dengan konten budaya

Kegiatan itu bertujuan membangun kesamaan persepsi dan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mengelola komunikasi publik pemerintah di tengah maraknya disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK).

Djamari mengingatkan bahwa DFK, narasi negatif, kata-kata kasar, dan konten tidak senonoh banyak beredar di media sosial. Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi berdampak terhadap pola pikir dan karakter masyarakat dalam jangka panjang.

“Media sosial sangat memengaruhi pikiran masyarakat. Apa yang ada di pikiran akan memengaruhi apa yang kita kerjakan, dan apa yang terus kita kerjakan akan membentuk karakter,” katanya.

Djamari mengingatkan agar masyarakat tidak lengah terhadap berbagai konten negatif karena dapat memengaruhi karakter bangsa.

“Jangan sampai kita lengah sehingga karakter bangsa ini berubah menjadi lemah, mudah menyerah, dan pesimis. Kita tidak bisa menyerahkan negeri ini kepada orang-orang yang pesimis,” ujarnya.

Menurut dia, kemampuan menghadapi DFK perlu terus diperkuat. Apabila ruang informasi telah dikuasai pihak lain, diperlukan upaya dan sumber daya lebih besar untuk mengembalikan pengaruh tersebut.

“Kalau sudah dikuasai orang lain, perlu upaya keras untuk merebutnya kembali. Perlu sumber daya, perlu alat, dan perlu anggaran. Padahal, kekuatan yang kita miliki sangat besar, maka harus bisa dikoordinasikan dengan baik,” katanya.

Baca juga: Menkomdigi ajak masyarakat jaga ruang digital di tengah aksi demo

Djamari mengatakan pengelolaan informasi publik merupakan bagian dari upaya melindungi masyarakat, menjaga kedaulatan digital, dan mempertahankan stabilitas nasional, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pemberantasan kejahatan digital dan perlindungan data nasional.

Karena itu, humas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dituntut bertransformasi dari fungsi publikasi menjadi pengelola komunikasi strategis sekaligus menjaga kepercayaan publik.

Menko Polkam mengajak pemerintah, TNI, Polri, humas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat memperkuat koordinasi untuk menghadirkan informasi yang benar dan membangun optimisme.

“Tidak ada orang lain lagi. Kita sendiri yang harus berjuang bersama-sama menguasai ruang digital untuk mencegah DFK,” katanya.

Baca juga: Polri ajak masyarakat cermat sikapi informasi di ruang digital

Baca juga: Kemerdekaan di ruang digital

Baca juga: Perlindungan anak di ruang digital jadi gerakan nasional

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |