Ichinomiya, Jepang (ANTARA) - Tim beregu putra bulu tangkis Indonesia gagal mendulang poin pembuka di babak perempat final Asian Games Aichi-Nagoya 2026, saat tunggal putra Jonatan Christie dikalahkan Leong Jun Hao asal Malaysia.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Kota Ichinomiya, Aichi, Jepang, Selasa, Jonatan mencatatkan skor 22-20, 12-21, 17-21.
"Sebenarnya tadi awalnya berjalan dengan baik, tapi saat dia dapat kepercayaan diri jadi beda. Saya coba untuk fight back, coba untuk push dia tapi ya di poin-poin krusial saya kurang berani main agresif," kata Jonatan soal pertandingannya.
Pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo itu sudah mengalami tekanan sejak pertengahan gim pertama. Namun ia berhasil mengamankan poin pertama kendati harus bersusah payah.
Menurutnya, kondisi teknis di lapangan turut berpengaruh pada permainannya hari ini.
Baca juga: 13 debutan hiasi skuad bulu tangkis Indonesia di Asian Games 2026
"Suasana di sini cukup beda, cukup panas, kondisi bola juga agak lambat. Jadi harus banyak menggunakan power dan stamina juga karena dituntut untuk reli, itu yang membedakan dari pertemuan terakhir dengan Leong," ungkap Jonatan.
Sebagai wakil Indonesia di partai pertama, Jonatan mengaku punya ambisi agar bisa menghasilkan kemenangan pembuka bagi timnya. Namun sayangnya harapan tersebut tidak bisa terwujud akibat tekanan teknis.
"Memang ekspektasi dari diri sendiri juga pastinya ingin dapat poin juga bagi Indonesia, tapi tidak bisa menjalankannya dengan baik. Pasti ada kecewa, tapi sudah melakukan yang terbaik," pungkas Jonatan.
Setelah Jonatan, pada partai kedua perempat final beregu putra hari ini, Indonesia menurunkan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Duo Indonesia tersebut menghadapi Goh Sze Fei/Mohd Nur Izzuddin.
Baca juga: Jadwal Asian Games: 17 cabor, bulu tangkis beregu berebut empat besar
Baca juga: Beregu putri pastikan raih medali bulu tangkis di Asian Games
Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































