BNN: Narkotika kini sering disamarkan sebagai simbol gaya hidup modern

50 minutes ago 2

Jakarta (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkapkan narkotika kini sering disamarkan sebagai simbol gaya hidup modern (lifestyle), seiring dengan letak geografis strategis yang menjadikan Indonesia sangat rentan terhadap sindikat internasional.

Dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Universitas Pancasila, Jakarta, Kamis (17/9), Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan berdasarkan survei kolaborasi BRIN, BPS, dan BNN (2023–2025), prevalensi penyalahgunaan narkotika nasional di tingkat usia produktif mencapai 4,15 juta jiwa.

"Mahasiswa menjadi salah satu target utama akibat tekanan sosial (peer pressure) dan kemudahan akses informasi," tutur Komjen Pol. Suyudi, seperti dikutip dari keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Di sisi lain, mengutip World Drug Report 2026 dari Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC), Suyudi menyampaikan sebanyak 331 juta orang di dunia (6,2 persen dari populasi global usia 15–64 tahun) menggunakan narkotika pada tahun 2024.

Maka dari itu, dia mengimbau para mahasiswa baru untuk mewaspadai berbagai modus peredaran terbaru, seperti narkotika jenis baru (NPS); vape (rokok elektrik) berisi narkotika dan zat baru belum teregulasi (misalnya ketamin, kratom, MDMB-5Methyl-Inaca, AB-INACA, dan isopropoxide).

Sebagai bentuk penegakan hukum, BNN telah mengungkap berbagai operasi terpadu sepanjang Juli–Agustus 2026, termasuk penyitaan cannabis buds di Gresik serta ketamin dan methamphetamine cair di Kepulauan Riau dan Natuna Utara.

Operasi tersebut berhasil menyelamatkan puluhan juta jiwa sekaligus menghemat anggaran rehabilitasi negara hingga ratusan triliun rupiah.

Kepala BNN RI pun berpesan kepada seluruh mahasiswa baru Universitas Pancasila untuk senantiasa menjaga diri, menjaga sesama, dan menjaga lingkungan kampus.

Sebagai wujud komitmen bersama mewujudkan lingkungan Kampus Bersih dari Narkoba (Bersinar), dalam kesempatan itu turut diteken Nota Kesepahaman (MoU) antara Kepala BNN RI dan Pjs. Rektor Universitas Pancasila Adnan Hamid.

Melalui Tridharma Perguruan Tinggi, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, institusi pendidikan tinggi dinilai memiliki peran strategis untuk mencetak generasi berkarakter demi mengawal Visi Indonesia Emas 2045.

Adapun ruang lingkup kerja sama MoU meliputi penyebarluasan informasi, edukasi, dan advokasi P4GN; deteksi dini serta peningkatan peran aktif mahasiswa dan civitas academica; penerapan Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN) dan pemanfaatan modul edukasi BNN; upaya rehabilitasi berkelanjutan; pertukaran data; serta riset ilmiah di bidang narkotika.

Baca juga: BNN dan TNI perkuat sinergi dalam upaya cegah penyalahgunaan narkotika

Baca juga: BNN soroti nelayan tergiur jadi kurir narkotika

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |