Menko Pangan: Swasembada pangan menjadi kehormatan untuk rakyat

6 days ago 4

Medan (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan swasembada pangan merupakan suatu kehormatan bagi rakyat Indonesia.

"Kami dididik sebagai kader persyarikatan yang setia kepada cita-cita dan ideologi. Karena itu, Presiden Prabowo Subianto memperjuangkan teologi Surah Al-Maun tersebut," ujar Zulkifli Hasan saat memberikan sambutan pada kegiatan Milad Aisyiyah ke-109 di Medan, Minggu.

Ia mengatakan Indonesia telah mengenal sistem pasar bebas sekitar 29 tahun yang membuat pihak yang memiliki kekuatan modal dapat menguasai berbagai sektor, mulai dari sumber daya alam, perbankan, hingga sektor lainnya.

Oleh karena itu, Presiden Prabowo Subianto, kata dia, berupaya melakukan perubahan dengan mengembalikan prinsip-prinsip yang diperjuangkan persyarikatan dan pendiri Muhammadiyah melalui teologi Al-Maun.

"Karena itu, kita harus swasembada, kita harus berdaulat, karena itu merupakan suatu kehormatan," ucapnya.

Ia mencontohkan dalam sistem pasar bebas, negara dapat mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan pangan apabila memiliki kemampuan ekonomi.

Akibatnya, impor beras dan gula menjadi sangat besar. Bahkan sebelumnya, pengaturan sektor telur di negeri ini dikuasai perusahaan dari Malaysia dan Thailand.

Menurut dia, kondisi tersebut lebih menguntungkan petani dari luar negeri dibandingkan petani dalam negeri, sehingga Indonesia perlu memperkuat swasembada pangan.

Selain itu, ia mengatakan pengelolaan sumber daya alam juga perlu dikembalikan sesuai amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 agar kekayaan alam digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

"Pemerintah sepakat hal ini harus dikembalikan sesuai Pasal 33 UUD 1945 bahwa kekayaan alam harus dikelola untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat Indonesia," ucapnya.

Baca juga: Zulkifli Hasan tegaskan siap penuhi permintaan pangan untuk Aceh

Baca juga: Menko Pangan dialog dengan petani cek harga gabah dan pupuk

Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |