Menjangkau yang tak terjangkau, pelayanan sepenuh hati PNM untuk kelompok subsisten

1 month ago 10

Jakarta (ANTARA) – Bagi sebagian ibu prasejahtera, mengakses layanan keuangan kerap terasa menakutkan, hingga muncul rasa sungkan, khawatir tidak dipahami atau sistem pinjaman yang mengharuskan adanya jaminan.

Namun pengalaman itu berubah ketika mereka berjumpa dengan Account Officer (AO) PNM. Pertemuan pertama sering kali berlangsung sederhana, seperti di teras rumah, di balai warga, atau pun di area perkampungan yang hangat dan penuh kekeluargaan.

AO PNM datang dengan bahasa yang sederhana dan kesediaan untuk mendengar kebutuhan mereka, sampai akhirnya mendapatkan pembiayaan tanpa agunan dan pendampingan untuk tumbuh naik kelas.

Pelayanan yang diberikan tidak berhenti pada penyaluran pembiayaan. Tak jarang AO PNM mengenal nama anak-anak nasabah, memahami ritme usaha harian mereka, hingga mengerti kapan harus memberi dorongan dan kapan cukup menjadi pendengar.

Setiap kunjungan rutin, setiap percakapan ringan, dan setiap solusi yang disampaikan dengan bahasa sederhana menjadi pengalaman yang membangun kepercayaan nasabah. Mereka tidak merasa dilayani dari jarak jauh, tetapi ditemani dari dekat.

Sekretaris Perusahaan PNM L. Dodot Patria Ary menegaskan bahwa pendekatan ini merupakan bagian dari komitmen PNM dalam menghadirkan layanan keuangan yang inklusif.

“PNM hadir untuk melayani masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan. Dengan akses pembiayaan yang bertanggung jawab dan pendampingan berkelanjutan, kami ingin mereka mendapat kesempatan memiliki produk keuangan yang aman,” ujar Dodot.

Menurut Dodot, pembiayaan tanpa pemberdayaan tidak akan cukup.

“Kami tidak hanya memberikan modal, tetapi juga pengetahuan, pendampingan, dan penguatan kapasitas usaha melalui Account Officer. Tujuannya agar kehidupan nasabah benar-benar menjadi lebih baik dan berkelanjutan,” tambahnya.

Di balik itu semua, AO PNM menjalankan perannya dengan sepenuh hati. Mereka memahami bahwa bagi nasabah, layanan keuangan bukan sekadar transaksi, melainkan bagian dari upaya bertahan dan memperbaiki kehidupan keluarga. Ketika pengalaman tersebut dirangkai secara konsisten, lahirlah ikatan emosional yang kuat antara nasabah dan PNM.

Saat ibu-ibu prasejahtera merasa didengar, dimengerti, dan didampingi, di situlah pelayanan PNM terus berupaya menghadirkan rasa aman, harapan, dan keberanian untuk membangun masa depan yang lebih baik.

#PNMuntukUMKM #PNMPemberdayaanUMKM

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |