Menbud ungkap keunikan sarkofagus di Situs Cipari Kuningan

2 hours ago 4

Kuningan (ANTARA) - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengungkapkan keunikan peti kubur batu atau sarkofagus di Situs Cipari, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang menjadi bukti konkret teknologi penguburan masyarakat prasejarah di wilayah tersebut.

Menbud dalam kunjungan kerjanya di Kuningan, Sabtu, mengatakan sarkofagus tersebut memiliki keunikan dibandingkan situs serupa di daerah lain.

“Temuan-temuan sarkofagus atau semacam tempat untuk kubur batu yang bentuknya unik, ini terdiri dari empat lempengan batu andesit, tidak dalam satu batu yang utuh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bentuk sarkofagus tersebut berbeda dengan temuan lain yang umumnya berupa batu utuh atau monolit, sehingga menunjukkan teknik konstruksi tersendiri pada masa itu.

Menurut dia, Situs Cipari merupakan situs yang ditemukan dan mulai diekskavasi oleh arkeolog sejak awal 1970-an.

Ia menyampaikan dari sisi kronologi, situs tersebut berasal dari masa Neolitikum hingga Megalitikum dengan rentang waktu sekitar 2.000 sebelum Masehi hingga 500 sebelum Masehi.

“Di Cipari ini, kalau kita lihat, zamannya adalah zaman Neolitikum, zaman Megalitikum, mungkin sekitar kira-kira 2.000 tahun sebelum Masehi sampai sekitar 500 tahun sebelum Masehi,” katanya.

Rentang waktu tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa wilayah Kuningan telah menjadi bagian dari peradaban manusia sejak ribuan tahun lalu.

Ia juga menekankan pentingnya kelanjutan ekskavasi, untuk membuka kemungkinan temuan baru di kawasan tersebut.

“Tentu ke depan juga kita harapkan akan semakin banyak ekskavasi, temuan-temuan baru nanti, bekerja sama dengan para peneliti,” katanya.

Selain penelitian, pemerintah melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat telah merevitalisasi museum di kawasan tersebut untuk menyimpan temuan dan menyajikan alur pembelajaran bagi pengunjung.

Museum itu, lanjut dia, dilengkapi penyajian yang rapi serta sentuhan digital agar dapat menjadi ruang edukasi bagi generasi muda.

Ia menambahkan, kawasan Situs Cipari juga memiliki potensi dikembangkan sebagai pusat kegiatan budaya karena dilengkapi fasilitas seperti amphitheater dengan lanskap yang mendukung.

“Pemanfaatan dan aktivasi situs-situs sebagai ruang budaya ini juga saya kira menjadi bagian yang penting bagi Kemenbud, bekerja sama dengan pemerintah provinsi, kabupaten, dan juga dengan komunitas-komunitas serta para penggerak budaya,” katanya.

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |