Jumlah pemilih Banten tembus 9,2 juta di awal 2026

2 hours ago 2
Total pemilih tersebut terdiri atas 4.671.580 pemilih laki-laki dan 4.607.878 pemilih perempuan yang tersebar di delapan kabupaten/kota

Serang (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten mencatat jumlah pemilih di wilayah tersebut mencapai 9.279.458 orang berdasarkan hasil rekapitulasi pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB) triwulan I 2026.

Anggota Divisi Data dan Informasi KPU Provinsi Banten A. Munawar di Serang, Sabtu, mengatakan angka tersebut diperoleh setelah seluruh KPU kabupaten/kota menyelesaikan rapat pleno terbuka terkait sinkronisasi data pemilih sejak awal tahun.

“Total pemilih tersebut terdiri atas 4.671.580 pemilih laki-laki dan 4.607.878 pemilih perempuan yang tersebar di delapan kabupaten/kota,” katanya.

Baca juga: 450 penyandang disabilitas mental masuk DPS Pilkada Tangerang

Ia menjelaskan data terbaru itu menunjukkan adanya kenaikan sebanyak 105.325 pemilih dibandingkan Desember 2025 yang tercatat 9.174.133 orang.

Menurut Munawar, proses pembaruan data pemilih akan terus dilakukan secara konsisten sepanjang 2026 untuk menyesuaikan dinamika kependudukan yang bersifat fluktuatif.

“Rapat pleno ini merupakan bentuk pertanggungjawaban atas hasil kerja PDPB selama tiga bulan pertama, sekaligus memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur,” ujarnya.

KPU Banten selanjutnya akan melanjutkan pemutakhiran data ke triwulan II dengan fokus pada penambahan pemilih baru serta pencoretan pemilih yang tidak lagi memenuhi syarat.

Ia menambahkan, pihaknya mengharapkan peran aktif pemangku kepentingan dan masyarakat dalam melaporkan perubahan status kependudukan, seperti warga yang meninggal dunia atau pindah domisili, guna menjaga akurasi data pemilih.

Baca juga: 85.014 pemilih tambahan ada di Banten

Baca juga: KPU Tangerang buka 274 posko pelayanan pindah pemilih

Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |