Menhan Sjafrie tinjau Universitas Pertahanan di Belu

2 weeks ago 12

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau Fakultas Vokasi Logistik Militer (FVLM) Universitas Pertahanan RI di Kabupaten Belu, NTT, Kamis.

Dalam siaran pers resmi yang diterima ANTARA di Jakarta, dijelaskan kunjungan ini dilakukan guna memastikan sistem pendidikan vokasi pertahanan berjalan dengan efektif sehingga mampu mendorong pembangunan sumber daya manusia unggul di wilayah perbatasan.

Dalam kunjungannya, Sjafrie sempat menerima paparan dari Dekan FVLM mengenai kondisi kampus, pelaksanaan program pendidikan vokasi logistik militer, capaian akademik dan non akademik kadet, serta rencana pengembangan sarana dan prasarana berbasis praktik.

Usai mendengarkan paparan tersebut, Sjafrie meninjau sejumlah fasilitas kampus, termasuk ruang perkuliahan, area praktik, serta fasilitas penunjang pendidikan dan pengasuhan kadet.

"Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pendidikan berjalan sesuai standar, relevan dengan kebutuhan lapangan, serta menyeimbangkan teori dan praktik," seperti dikutip siaran pers tersebut.

Di sela-sela kunjungannya, Sjafrie juga menyempatkan diri memberi motivasi kepada para kadet untuk tetap disiplin, integritas, dan semangat selama menempuh pendidikan di Universitas Pertahanan.

“Kepada para Kadet FVLM Unhan RI, saya tekankan pentingnya disiplin, integritas dan semangat pengabdian sebagai fondasi menjadi insan pertahanan yang berkarakter, kompeten dan peduli pada bangsa,” kata Sjafrie kepada para kadet yang dia temui.

Dengan adanya kunjungan ini, Sjafrie berharap jajaran universitas maupun mahasiswa semakin termotivasi dalam kegiatan belajar mengajar demi terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas.

Baca juga: Unhan: Respons pertahanan tak lagi dapat andalkan metode konvensional

Baca juga: UI-Unhan kerja sama penguatan SDM pertahanan

Baca juga: Kemhan dan Unhan berupaya sediakan air bersih untuk warga Aceh

Pewarta: Walda Marison
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |