Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya ingin memperluas jejaring pelaku ekonomi kreatif (ekraf) yang ingin mengembangkan industri di pasar global.
"Tugas kami adalah memastikan pelaku industri kreatif Indonesia tidak hanya kuat di dalam negeri, tetapi juga siap bersaing di tingkat global, baik dari sisi kualitas produk, model bisnis, hingga akses jejaring internasional," kata Riefky dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Melalui sesi audiensi bersama Junior Chamber International (JCI) Batavia di Jakarta, Jumat (23/1), Riefky menyambut baik niat organisasi yang ingin berkolaborasi dalam mengembangkan industri kreatif nasional.
Baca juga: Semangat gaungkan kekayaan intelektual lokal dan kreativitas
Peluang kolaborasi strategis itu dapat mendorong industri kreatif Indonesia menembus pasar internasional melalui penguatan jejaring global dan peningkatan kapasitas pelaku usaha kreatif.
JCI Batavia merupakan bagian dari JCI yang sudah berjejaring di seluruh dunia dalam mewadahi wirausaha muda dan profesional dengan rentang usia 18-40 tahun yang bertujuan memberdayakan para anggotanya menciptakan perubahan positif melalui kolaborasi, bisnis, dan kepemimpinan.
Semangat ini sejalan dengan Kementerian Ekonomi Kreatif yang memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pelaku kreatif, pasar global, dan mitra internasional.
Menekraf Riefky menilai penguatan industri kreatif menuju pasar global dilakukan melalui ekosistem yang terintegrasi, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, fasilitasi promosi internasional, hingga pembukaan akses kolaborasi lintas negara.
Menurut dia, kolaborasi dengan organisasi internasional seperti JCI Batavia menjadi penting untuk memperluas jejaring, mempercepat transfer pengetahuan, serta membuka peluang investasi dan kemitraan strategis bagi pelaku kreatif Indonesia.
Dia juga memaparkan program strategis ekonomi kreatif tahun 2026 yang berfokus pada empat pilar utama yakni investasi ekonomi kreatif, peningkatan ekspor, penciptaan lapangan kerja, dan percepatan laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).
Program tersebut dirancang untuk memperkuat daya saing industri kreatif melalui kemudahan investasi, pengembangan produk berorientasi ekspor, serta penciptaan ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan.
“Ke depan, kami akan mendorong investasi yang tepat sasaran di sektor kreatif, memperluas akses pasar ekspor, serta memastikan sektor ini mampu menyerap tenaga kerja secara signifikan," ujar Menekraf.
Baca juga: Tiga modal dasar ekraf jadi mesin baru pertumbuhan ekonomi
Presiden Lokal JCI Batavia Allana Abdullah mengakui bahwa peluang industri kreatif Indonesia untuk menembus pasar global saat ini sangat besar.
Allana menambahkan bahwa dominasi anak muda dalam sektor ini menjadi kekuatan tersendiri yang mampu mendorong pertumbuhan ekosistem kreatif secara lebih cepat dan adaptif terhadap dinamika global.
“Kami berharap bisa bekerja sama atau berkolaborasi bersama dengan pegiat-pegiat ekraf melalui kementerian ini agar mereka bisa maju ke arah global, karena banyak juga dari anggota kami yang bisa memberikan pelatihan-pelatihan bisnis dan juga menggerakkan ekosistem ekonomi kreatif itu sendiri,” ujar Allana.
Baca juga: Ekraf Tech Summit 2025 mendorong mobilitas dengan teknologi kreatif
Baca juga: Kementerian Ekraf perkuat industri komik di Comic Con Singapura 2025
Baca juga: Ekraf dukung kegiatan positif bersifat kreatif dari berbagai industri
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































