Kemendikdasmen gandeng BRIN siapkan talenta riset muda 

3 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen memperkuat pembinaan generasi peneliti muda melalui kolaborasi strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama yang berfokus pada pembinaan dan pengembangan talenta, khususnya bagi calon finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) serta pemenang OPSI yang akan mengikuti kompetisi internasional.

Kepala Puspresnas Kemendikdasmen Veronica Irene Herdjiono di Jakarta pada Sabtu menegaskan pentingnya kolaborasi tersebut dalam membangun budaya riset di kalangan murid.

“Melalui kolaborasi dengan BRIN kami ingin memastikan murid memiliki pengalaman nyata dalam proses riset, mulai dari perencanaan hingga pelaporan,” ujarnya.

Baca juga: Kemendikdasmen perluas akses pendidikan bermutu lewat PJJ

Kolaborasi itu, kata dia, diharapkan mampu meningkatkan standar penelitian calon finalis OPSI.

Keterlibatan pakar BRIN dalam pendampingan pemenang OPSI memperkuat kualitas metodologi dan kebaruan riset, sehingga memiliki daya saing di tingkat internasional.

“Kami tidak hanya menyiapkan murid untuk mengikuti kompetisi, tetapi juga membangun karakter ilmiah yang kuat. Dengan dukungan BRIN, kami optimistis murid Indonesia mampu menghasilkan karya riset yang inovatif dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” imbuhnya.

Baca juga: Mendikdasmen apresiasi kinerja terbaik 2025, perkuat tata kelola

Melalui kerja sama itu pula, murid memperoleh pelatihan komprehensif, meliputi teknik pengambilan sampel, pengolahan data, penelusuran referensi ilmiah, penulisan laporan penelitian, serta pemahaman etika riset.

Selain itu, pemenang OPSI yang akan mengikuti kompetisi internasional mendapatkan mentoring langsung dari periset BRIN sesuai bidang penelitian masing-masing, baik secara daring maupun luring di laboratorium riset BRIN.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Manajemen Talenta BRIN Ajeng Arum Sari menekankan pengalaman praktik langsung menjadi kunci dalam membangun kompetensi riset yang berkelanjutan.

“Pembelajaran berbasis praktik memungkinkan murid memahami proses riset secara menyeluruh. Tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengalami langsung proses eksperimen, analisis data, hingga penyusunan laporan ilmiah. Pendekatan ini sangat penting untuk membangun kemampuan riset yang berkualitas dan berdaya saing global,” kata Ajeng.

Baca juga: Kemendikdasmen: Pelaksanaan TKA tetap lancar meski hadapi tantangan

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |