Jakkrta (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian memastikan hunian sementara atau huntara bagi para pengungsi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, layak huni.
"Saya sudah melihat, sangat layak sekali. Ada tempat bermain untuk anak-anak, ada toilet wanita, toilet pria dipisahkan. Di kamar-kamarnya juga layak, ada tempat tidur dua ranjang, ada lemari plastik, ada kipas angin. Dan suasananya sangat nyaman," kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Hal itu disampaikan Mendagri saat inspeksi hunian sementara (huntara) yang dibangun Danantara bagi para pengungsi bencana di kawasan Kantor Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Dalam inspeksi tersebut, Mendgri didampingi Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah.
Tito juga menyempatkan menyusuri area huntara untuk memastikan kelayakan serta kelengkapan sarana dan prasarana bagi para pengungsi.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, terdapat 162 unit huntara dari Danantara yang telah dilengkapi dengan fasilitas bermain anak serta sarana kamar mandi dan sanitasi yang memadai.
Tito juga menyempatkan berbincang dengan sejumlah pengungsi. Sebagian dari mereka mengaku betah tinggal di huntara karena dinilai lebih nyaman dan telah dilengkapi fasilitas yang mencukupi.
Baca juga: Mendagri instruksikan percepat renovasi sekolah terdampak banjir di Pidie Jaya
Baca juga: Mendagri cek progres perbaikan jembatan pascabencana di Bireuen
Selain huntara dari Danantara, Tito mengungkapkan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga membangun sekitar 100 unit huntara di depan Gedung MTQ Pidie Jaya yang diperuntukkan bagi warga yang kehilangan rumah atau mengalami kerusakan berat.
"Mudah-mudahan bisa membantu masyarakat, terutama yang (rumahnya) rusak berat dan hilang," ujarnya.
Mendagri mengaku terkesan sekaligus mengapresiasi kerja sama lintas sektor antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang bergotong royong membangun huntara bagi para pengungsi.
Ia pun optimistis, dengan kolaborasi tersebut, kehidupan masyarakat Pidie Jaya akan berangsur pulih dan kembali normal.
"Jadi kita melihat progres yang sangat bagus. Terima kasih banyak kepada Pak Bupati, kepada Pak Wagub, kepada Kepala BNPB, dan utamanya kepada Danantara yang menyiapkan ini, dan Pak Kepala BNPB yang sudah menyiapkan [huntara] di depan," kata Tito.
Kunjungan Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera ke Pidie Jaya ini merupakan bagian dari rangkaian agenda peninjauan progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir Kepala BNPB Suharyanto, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal Zakaria Ali, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi, dan Wakil Bupati Pidie Jaya Hasan Basri.
Baca juga: Kepala BNPB-Mendagri tinjau percepatan penanganan pascabencana Aceh
Baca juga: Mendagri instruksikan progres pemulihan Aceh di-update setiap hari
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































