Jakarta (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengapresiasi kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar pada Senin di Sentul, Kabupaten Bogor.
“Kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia yang telah berkenan meluangkan waktu untuk hadir serta memberikan arahan strategis kepada jajaran pemerintah baik pusat maupun daerah,” kata Tito saat membacakan laporannya di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin
Tito mengatakan Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 merupakan arahan langsung Presiden kepada Menteri Dalam Negeri yang semula direncanakan berlangsung pada awal Januari 2026. Namun karena berbagai agenda kenegaraan, Rakornas baru dapat terlaksana pada 2 Februari tahun 2026.
Rakornas tahun ini mengusung tema Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas Tahun 2045.
Mendagri menambahkan, tahun 2026 merupakan tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menjadi penjabaran dari visi Astacita Presiden.
“Dalam masa satu tahun pertama yang lalu, telah banyak keberhasilan yang dicapai sebagaimana telah kita saksikan dan dipublikasikan di publik maupun media,” ujarnya.
Tito menekankan Rakornas Pemerintah Pusat-Daerah 2026 digelar dalam rangka percepatan pembangunan di tahun 2026. Hal tersebut membutuhkan sinkronisasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.
Rakornas diawali dengan pengarahan Presiden, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan program strategis Presiden yang dibagi ke dalam tiga sesi.
Sesi pertama membahas kebijakan ekonomi, investasi, dan energi yang diisi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, serta Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).
Sesi kedua mengangkat program strategis Presiden di bidang pangan, koperasi, dan gizi, dengan narasumber Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Pertanian, Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Kepala Badan Gizi Nasional. Adapun topik yang dibahas antara lain Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, swasembada pangan, Kampung Nelayan Merah Putih, dan Program Makan Bergizi Gratis.
Sesi ketiga membahas penegakan hukum dalam mengawal program strategis Presiden yang diisi oleh Kapolri, Jaksa Agung, Panglima TNI, dan Ketua KPK.
Dalam laporannya, Tito menyebutkan Rakornas diikuti oleh 4.011 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta Forkopimda. Peserta tingkat pusat berjumlah 525 orang, sementara dari pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota sebanyak 3.486 orang.
“Selanjutnya seluruh jajaran pemerintahan provinsi, kabupaten/kota, dan Forkopimda siap untuk mendukung program Bapak Presiden untuk melompat, bukan hanya bergerak, memajukan Indonesia,” ujar Tito.
Di akhir laporannya, Mendagri memohon perkenan Presiden untuk memberikan pengarahan sekaligus membuka secara resmi Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026.
“Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa, selalu memberikan kesehatan kepada Bapak, kekuatan untuk selalu memimpin kami dalam rangka untuk merubah bangsa Indonesia melompat menjadi negara maju,” tutur Tito.
Baca juga: Menko Polkam RI dan Mendagri Australia kerja sama di bidang keamanan
Baca juga: Mendagri: Data Dukcapil kunci bansos hingga keuangan digital
Baca juga: Tito: Kegiatan belajar mengajar di wilayah bencana berjalan 100 persen
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































