Mendagri: Adat Aceh harus dipertahankan dari pengaruh eksternal

2 months ago 12
Terdapat empat skenario yang akan terjadi dalam perkembangan adat dan budaya

Banda Aceh (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menekankan kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat Aceh untuk terus mempertahankan adat serta budayanya agar tak tergerus pengaruh eksternal, minimal seperti Provinsi Bali.

"Menurut saya, Aceh pada posisi seperti Bali. Dalam arti bukan seperti Bali adatnya, karena agama beda. Tapi skenario pertahanan adatnya, yaitu tetap dominan warna lokal Aceh, tapi tetap beradaptasi sebagian dengan pengaruh eksternal," kata Tito Karnavian di Aceh Besar, Rabu.

Pernyataan itu disampaikan Tito Karnavian saat memberikan sambutan usai menerima gelar kehormatan adat "Petua Panglima Hukom Nanggroe" dari Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al Haythar di Meuligoe (Pendopo) Wali Nanggroe Aceh, di Aceh Besar.

Tito menyampaikan, terdapat empat skenario yang akan terjadi dalam perkembangan adat dan budaya. Pertama, adat dan budaya suatu komunitas akan tetap asli terjaga dan tidak berubah, contoh masyarakat terisolasi/mengisolasi diri, misalnya Suku Anak Dalam di Jambi dan Suku Badui.

Baca juga: Antropolog: Masyarakat Kabupaten Jayapura pertahankan budaya 'Sasi'

Kemudian, adat dan budaya asli tetap mendominasi, terjadi perubahan minor, contoh masyarakat yang terbuka, namun sistem proteksi adat budaya asli masih kuat, misalnya Bali.

Ketiga, terjadi perubahan yang signifikan, didominasi oleh pengaruh eksternal dan adat budaya asli bertahan, umumnya terjadi di perkotaan. Terakhir, adat dan budaya terkooptasi sepenuhnya oleh budaya eksternal yang lebih dominan.

Aceh, menurut Tito, adat dan budaya Aceh tidak mungkin bergerak seperti skenario pertama. Karena Aceh bukan daerah yang mengisolasi diri seperti suku anak dalam. Melainkan provinsi terbuka.

"Ini provinsi besar yang sangat terbuka, pesawat masuk, internet masuk, jalan darat masuk, jalan laut masuk. Maka otomatis interaksi sosial ini akan membawa budaya dari luar. Belum lagi orang Aceh yang keluar, dan banyak menjadi tokoh," ujarnya.

Baca juga: Mensos apresiasi warga Badui pertahankan adat leluhur

Belum lagi, lanjut dia, banyak orang pintar dari Aceh yang berdomisili di berbagai provinsi di Indonesia. Termasuk di luar negeri seperti Malaysia, Singapura dan lain sebagainya.

"Mereka akan membawa budaya sendiri yang terpengaruh dari budaya tempat mereka tinggal, termasuk di luar negeri, Malaysia, Singapura. Sehingga tidak akan mungkin terjadi skenario bahwa adat budaya asli Aceh akan bertahan murni," katanya.

Tito tidak ingin Aceh didominasi penuh oleh pengaruh eksternal atau hilang identitasnya karena terkooptasi oleh adat budaya luar. Maka, Aceh dapat seperti Bali yang masih terus mempertahankan adatnya sendiri.

Karena itu, dalam upaya mempertahankannya, diperlukan dukungan dari semua masyarakat dan ada instrumen yang menjadi pemimpin (lembaga Wali Nanggroe Aceh), untuk menginisiasi dan memberikan pemahaman menjaga adat agar tidak tergerus dan hilang.

Baca juga: Moeldoko: pertahankan desa adat di Bali

Dirinya menegaskan, lembaga Wali Nanggroe Aceh diberi tugas untuk membina, merawat, menjaga adat, budaya, sejarah, dan tamadun peradaban Aceh.

Sehingga, memperkuat lembaga Wali Nanggroe tersebut merupakan hal yang sangat penting. Kemendagri, pasti memberikan dukungan penuh sebagai upaya menjaga adat dan budaya Aceh.

"Kita komit menjaga agar lembaganya menjadi kuat, baik dari sisi struktur, organisasi, eksistensi sampai kepada masalah anggaran. Harus kita dukung, karena inilah benteng pertahanannya," tegasnya.

"Kita perkuat adat dan budaya Aceh melalui lembaga Wali Nanggroe yang memang sudah ada, eksis, diakui, dan bisa bergerak," demikian Tito Karnavian.

Baca juga: Alasan Gereja Kampung Sawah pertahankan adat Betawi

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |