Surabaya (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso mengatakan Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan) merupakan upaya untuk mewujudkan kebersihan hingga pengelolaan ekosistem sampah di pasar.
“Gernas Mapan tidak hanya menekankan pada aspek kebersihan tetapi juga pengelolaan ekosistem sampah di pasar,” katanya di Surabaya, Kamis.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Gernas Mapan merupakan bentuk kerja sama antara Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).
Salah satu kampanye Gernas Mapan dilaksanakan Mendag melalui kunjungannya ke Pasar Sememi, Surabaya, untuk menyasar para pedagang dan menyosialisasikan mengenai pengelolaan ekosistem kebersihan pasar yang baik dan tepat.
Budi mengatakan di Pasar Sememi telah ada waste station sehingga secara ekosistem pengolahan sampahnya sudah ada mulai dari tempat dan cara menaruh sampah hingga proses pengolahannya.
“Cara menaruh di mana, kemudian nanti mau diproseskan menjadi apa sudah ada semua. Tinggal sekarang bagaimana para pedagang ini mengumpulkan dan membersihkan sampah dengan baik," katanya.
Ia menekankan pasar tradisional yang bersih akan berdampak langsung terhadap kenyamanan pedagang dan pembeli.
Selain aspek kebersihan, Gernas Mapan juga menjadi momentum untuk mendorong transformasi digital di pasar tradisional seperti pedagang di Pasar Sememi yang mendapat pelatihan penggunaan QRIS untuk transaksi nontunai.
Tak hanya Pasar Sememi, Agus mengatakan memastikan pihaknya juga akan mendorong pasar-pasar tradisional lain agar bisa beradaptasi dengan tren penjualan daring.
"Banyak pasar rakyat yang sudah kami bina, pasarnya tetap ada secara fisik tapi transaksi banyak dilakukan secara 'online'. Konsep yang kami dorong adalah omnichannel yaitu jualan fisik tetap ada tapi juga melayani penjualan 'online'," katanya.
Plt Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Kota Surabaya Hanifa Dwi Nirwana mengatakan Gernas Mapan merupakan langkah strategis mempercepat penanganan sampah nasional.
Gerakan kecil yang dilakukan secara serentak dan kolaboratif akan memberi dampak besar bagi lingkungan termasuk melalui Gernas Mapan, katanya, menegaskan.
"Ini kegiatan yang luar biasa. Ini bagian penting untuk percepatan penanganan sampah di Indonesia yang ditargetkan RPJMN selesai 100 persen pada tahun 2029,” ujar Hanifa.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Dedik Irianto mengatakan Pasar Sememi memiliki pengelolaan sampah yang cukup baik melalui keberadaan waste station dan bank sampah.
"Yang menarik di pasar (Sememi) itu ada rekosistem (waste station). Sampah yang dikelola oleh rekosistem itu bisa mengurangi sampah ke TPA Benowo hingga 1,7 sampai 1,8 ton per bulan,” ujar Dedik.
Dedik mengatakan sistem rekosistem tidak hanya diterapkan di pasar tetapi juga di beberapa kawasan perumahan dan area publik di Surabaya.
“Jadi rekosistem tidak khusus untuk penanganan (sampah) pasar. Di Surabaya ada lima titik, termasuk di daerah MERR, dan perumahan," katanya.
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































