Menag RI sebut Isra Miraj momentum tingkatkan kualitas spritual

3 weeks ago 13
Pesan utama peristiwa tersebut adalah menjadikan seluruh ruang kehidupan sebagai bagian dari ibadah

Tanjungpinang (ANTARA) - Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar menyampaikan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas spiritual dan membangun masyarakat yang beradab.

Menurut Menag Isra Miraj bukan sekadar peristiwa historis, melainkan sumber nilai spiritual, intelektual, dan sosial yang sangat relevan dengan tantangan kehidupan modern.

“Isra Miraj bukan sekadar peristiwa historis, tetapi mengandung pesan spiritual, intelektual, dan sosial yang sangat relevan bagi kehidupan umat manusia sepanjang zaman,” ujar Menag saat mengisi tausyiah pada peringatan Isra Miraj tingkat Provinsi Kepri di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu malam.

Dalam tausyiahnya, Menag menguraikan makna Isra Miraj sebagai perjalanan spiritual dari masjid ke masjid.

Baca juga: Cara meneladani Isra Miraj 1447 H dalam kehidupan sehari-hari

Ia menegaskan pesan utama peristiwa tersebut adalah menjadikan seluruh ruang kehidupan sebagai bagian dari ibadah.

“Rumah kita harus menjadi masjid, kantor kita harus menjadi masjid, dan setiap ruang aktivitas kita harus menjadi tempat sujud kepada Allah SWT,” ujar Menag.

Menag turut mengingatkan salat merupakan Miraj bagi orang beriman, yang tidak hanya melibatkan gerakan fisik, tetapi juga kesadaran batin. Salat bukan sekadar ritual, melainkan Miraj-nya orang beriman atau tempat hambanya benar-benar bersujud dengan seluruh kesadaran diri.

Dalam kesempatan ini, Menag pun mengajak umat Islam menjadikan Rajab dan Syaban sebagai fase persiapan spiritual dan penguatan keluarga menjelang bulan suci Ramadan. Rajab dan Syaban adalah masa pemanasan untuk bertaubat, memperbaiki ibadah, dan memperkuat hubungan keluarga.

Baca juga: Hikmah dan pelajaran penting di balik peristiwa Isra Miraj

Menutup tausyiahnya, Menag Nasarudin turut mengajak umat Islam tidak berhenti pada keberagamaan yang bersifat formal dan ritual, tetapi terus meningkatkan kualitas penghayatan dan praktik keagamaan.

“Kita harus naik kelas dalam beragama. Tidak cukup hanya menjalankan ritual, tetapi juga memahami maknanya dan menjadikannya energi positif dalam kehidupan,” demikian Menag.

Peringatan Isra Miraj tersebut dihadiri Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, Kepala Kanwil Kemenag Kepri Zostafia, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, serta tokoh agama dan masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kemajuan Kepri, dan terwujudnya masyarakat yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Baca juga: PBNU: Dukungan terhadap Palestina amanat pendirian Indonesia

Pewarta: Ogen
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |