Medan ekstrem, Basarnas: Doakan keselamatan tim pencari korban ATR

2 weeks ago 11
Tantangan terbesar adalah kondisi cuaca dan alam yang sangat ekstrem kabut tebal, medan terjal, serta perubahan cuaca yang cepat menjadi faktor penghambat utama dalam operasi

Jakarta (ANTARA) - Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengajak masyarakat mendoakan keselamatan tim petugas gabungan yang tengah bertugas mencari dan mengevakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di wilayah pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep-Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), dengan medan ekstrem.

“Ini adalah misi kemanusiaan. Seluruh personel SAR gabungan bekerja dengan penuh dedikasi, kehati-hatian, dan semangat kebersamaan. Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar operasi ini diberikan kelancaran dan keselamatan,” katanya dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Basarnas memaksimalkan periode waktu krusial atau golden time pencarian dengan penuh harapan seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi.

Syafii melaporkan tim petugas gabungan selama empat hari masa operasi SAR menghadapi kondisi yang tidak mudah. Mulai lokasi kejadian berada di medan yang sangat ekstrem berupa tebing curam berkedalaman sekitar 500 meter dari puncak yang berketinggian lebih dari 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Baca juga: Basarnas paparkan Operasi SAR hari ke-4 pencarian pesawat ATR

Kondisi tersebutlah yang membuat tim membutuhkan teknik pencarian dan evakuasi khusus, baik bagi tim SAR darat maupun udara menggunakan armada helikopter dan pesawat Caracal.

"Tantangan terbesar adalah kondisi cuaca dan alam yang sangat ekstrem kabut tebal, medan terjal, serta perubahan cuaca yang cepat menjadi faktor penghambat utama dalam operasi,” ucapnya.

Pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT sebelumnya dilaporkan hilang kontak dan kurang dari 24 jam ditemukan pada Minggu (18/1) pagi.

Berdasarkan data manifes penerbangan yang diperbaharui, pesawat ATR tersebut mengangkut 10 orang termasuk awak pesawat.

Baca juga: Tim SAR gabungan temukan barang pribadi korban pesawat ATR 42-500

Di dalamnya terdapat tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yakni Ferry Irawan selaku analis kapal pengawas, Deden Mulyana sebagai pengelola barang milik negara, serta Yoga Naufal sebagai operator foto udara.

Masih ada delapan korban yang masih dinyatakan hilang dalam pencarian, setelah sebelumnya Basarnas bersama tim gabungan berhasil mengevakuasi dua orang korban, satu diantaranya berjenis jenis kelamin laki-laki yang ditemukan jatuh ke dalam jurang berkedalaman sekitar 200 meter di kawasan puncak.

Operasi SAR tersebut sedikitnya melibatkan 376 personel tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, serta unsur potensi SAR lainnya, termasuk organisasi Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala), dan petugas dari organisasi filantropi nasional.

Baca juga: DVI ambil delapan sampel DNA keluarga korban kecelakaan pesawat ATR

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |