Jakarta (ANTARA) - Malayan Banking Berhad (Maybank Group) menargetkan pertumbuhan yang lebih kuat dan berkelanjutan dengan sasaran return on equity (ROE) sebesar 13-14 persen pada 2030, sebagaimana tertuang dalam strategi lima tahun perseroan yang disebut “ROAR30”.
Selain itu, bank asal Malaysia ini menargetkan peningkatan sejumlah indikator kinerja utama lainnya, yakni net interest margin (NIM) di atas 2,05 persen, rasio biaya terhadap pendapatan (cost to income ratio/CIR) sebesar 47 persen atau lebih rendah, serta rasio CASA di atas 41 persen.
President & Group CEO Maybank Dato’ Sri Khairussaleh Ramli dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, menyampaikan bahwa strategi ROAR30 merupakan bagian penting dalam memperkuat kapabilitas dan kinerja Maybank Group.
Hal ini dilakukan agar perseroan dapat melayani nasabah serta seluruh pemangku kepentingan dengan lebih optimal, tidak hanya hingga 2030 tetapi juga setelahnya.
Seiring dengan selesainya strategi M25+, menurut Dato’, strategi lima tahun ke depan ini semakin menegaskan tujuan Maybank Group dengan fokus menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham melalui peningkatan ROE yang berkelanjutan.
“Melalui strategi ROAR30, kini Maybank Group memasuki fase percepatan pertumbuhan dengan membangun bisnis berskala besar untuk memaksimalkan peran bank di pasar ASEAN yang kian signifikan,” kata dia.
Adapun strategi ROAR30 dibangun di atas tiga pilar utama, salah satunya pilar humanising financial services yang bertujuan untuk menghadirkan pengalaman unggul bagi nasabah, menciptakan dampak positif bagi masyarakat, serta mendorong pertumbuhan dan penguatan ekonomi riil.
Seiring dengan pertumbuhan segmen wealth, ditambah dengan aliran perdagangan dan investasi yang masuk ke kawasan ASEAN, serta meningkatnya permintaan global terhadap keuangan berbasis syariah, Maybank Group akan memanfaatkan keunggulan yang dimiliki di kawasan ini dan potensi pasar yang tersedia.
Berangkat dari latar belakang tersebut, pilar strategis kedua difokuskan pada pengembangan empat lini bisnis berskala besar, yaitu institusi keuangan syariah global, manajemen kekayaan (wealth management) regional, bank transaksi dan pembayaran regional, serta bank korporasi dan investasi regional.
Sementara pilar ketiga yaitu membangun Maybank Group agar dapat bertahan dalam jangka waktu yang panjang, dengan fokus untuk membangun tenaga kerja, budaya, dan organisasi berkualitas; memanfaatkan potensi penuh teknologi, data, dan kecerdasan buatan (AI); serta mengoptimalkan produktivitas dan alokasi modal untuk memacu kinerja perusahaan.
Untuk diketahui, usai menempuh strategi sebelumnya yang dinamakan M25+, Maybank Group mencatat kenaikan profitabilitas yang stabil dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) yang meningkat 8 persen dan laba bersih mencapai 7,8 miliar ringgit Malaysia (RM) dalam sembilan bulan pertama tahun 2025.
ROE berada di posisi 11,5 persen untuk periode yang sama, tertinggi sejak 2016. Selain itu, Maybank Group memberikan total pengembalian pemegang saham kumulatif sebesar 56,1 persen dari tahun 2022 hingga 19 Januari 2025.
Menurut perseroan, kemajuan ini didorong oleh segmen super growth M25+, yakni wealth management, kepemimpinan syariah global, mid-market, penjualan FX pasar global, cash management, investasi perbankan dan asuransi.
Baca juga: Maybank salurkan fasilitas pembiayaan syariah Rp1,1 T bagi PLTGU Batam
Baca juga: Maybank Indonesia ungkap tidak kejar untung ajang maraton
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































