Mapala UMI ikut program kemanusiaan di Tapanuli Selatan

3 hours ago 1
Mapala tidak hanya hadir sebagai organisasi pecinta alam tetapi juga sebagai garda terdepan dalam respons bencana

Makassar (ANTARA) - UKM Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Muslim Indonesia (UMI) bersama Mapala se-Indonesia melaksanakan program kemanusiaan pasca bencana di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Mapala se-Indonesia menjalankan tiga program kemanusiaan, yakni pembangunan mushala, trauma healing bagi anak-anak dan masyarakat terdampak bencana, serta survey lokasi bencana dan dialog (talkshow) bersama pemerintah daerah di di Desa Tolang Julu, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Koordinator PKN Mapala se-Indonesia Muhammad Yusril Sudarmin dalam keterangannya di Makassar, Jumat, mengapresiasi keterlibatan langsung Mapala UMI yang telah membuktikan komitmennya dalam misi kemanusiaan.

"Mapala tidak hanya hadir sebagai organisasi pecinta alam tetapi juga sebagai garda terdepan dalam respons bencana, pemulihan sosial, serta pembangunan berbasis solidaritas lintas daerah,” tuturnya.

Baca juga: Pemkab Lombok Tengah salurkan bantuan untuk korban bencana alam

Ia menjelaskan, delegasi Mapala yang hadir berasal dari Makassar (Sulawesi Selatan), Jabodetabeka, Banten, Jawa barat, Aceh, Sumatera Utara (Medan dan Padangsidimpuan), serta berbagai PKD Mapala se-Indonesia yang turut berkontribusi, berpartisipasi, dalam aksi kemanusiaan ini.

Khusus program pembangunan mushala, kata dia, menjadi simbol kebangkitan spiritual dan sosial masyarakat pasca bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan keberlanjutan, dilakukan pula penyerahan kunci kepada pengurus mushala serta kepada PKW Mapala se-Tabagsel untuk pengelolaan dan pemanfaatan bersama masyarakat.

Selain pembangunan mushala, Mapala se-Indonesia juga melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak dan masyarakat terdampak.

Kegiatan ini diisi dengan lomba adzan, puisi, kaligrafi, dan tahfidz serta permainan edukatif, motivasi, dan pendampingan psikososial guna membantu memulihkan kondisi mental pasca bencana.

Anak-anak terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan, menjadi bukti bahwa kehadiran relawan tidak hanya membawa bantuan materi, tetapi juga harapan dan semangat baru.

Program ketiga adalah survey lokasi terdampak bencana sebagai bagian dari melihat kondisi lapangan dan penguatan data ekologis.

Hasil survey tersebut kemudian dibahas dalam forum dialog (talkshow) bersama pemerintah daerah sebagai upaya mendorong sinergi dalam penanganan dan mitigasi bencana ke depan.

Diskusi tersebut menjadi ruang kolaboratif antara Mapala, pemerintah, dan masyarakat untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga lingkungan serta memperbaiki tata kelola wilayah rawan bencana.

Baca juga: Wamenhut pastikan hasil audit 24 PBPH di Sumatra diumumkan

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |