Makna perayaan di balik tanggal rilis bioskop film "Pangku" 6 November

3 months ago 15

Jakarta (ANTARA) - Produser Arya Ibrahim menyebut makna perayaan dibalik tanggal rilis film "Pangku" yang ditulis dan diarahkan oleh sutradara Reza Rahadian di bioskop Indonesia pada 6 November 2025.

Arya mengatakan 6 November merupakan tanggal syuting perdana film Pangku di Indramayu, Indonesia sebelum melanglang buana ke berbagai festival film internasional dan menyabet empat penghargaan sekaligus di Busan International Film Festival 2025.

"Tanggal 6 November sendiri ini memiliki arti khusus, 6 November adalah tepat dimana hari pertama kita syuting di Indramayu," kata Arya saat memperkenalkan film panjang perdana aktor Reza Rahadian kepada hadirin dalam acara gala perdana di Jakarta, Selasa.

Pemutaran film dijadwalkan berlangsung hingga pukul 15.20 WIB, setelah itu dilanjutkan sesi tanya jawab yang menghadirkan Sutradara Reza Rahadian dan Produser Gita Fara serta Melyana Tjahjadikarta.

​Acara ini turut dihadiri 18 pemain, termasuk bintang utama Claresta Taufan, Fedi Nuril, dan Christine Hakim.

Kehadiran tim yang lengkap ini memberikan kesempatan kepada media untuk menggali lebih jauh makna film, termasuk filosofi judul "Pangku" yang melambangkan perjuangan, perlindungan, dan kasih sayang seorang ibu serta mengangkat isu sosial "Kopi Pangku" di wilayah pantai utara (Pantura) Pulau Jawa. Sesi tanya jawab itu berlangsung hingga pukul 17.00 WIB.

Baca juga: Reza Rahadian cerita adegan kunci film "Pangku" yang halangi rating SU

Pada ajang Busan International Film Festival (BIFF) 2025, yang diadakan dari 17 sampai 26 September di Busan, Korea Selatan, film "Pangku" memenangi kategori "KB Vision Audience Award", "FIPRESCI Award", "Bishkek International Film Festival-Central Asia Cinema Award", dan "Face of the Future Award".

Kategori KB Vision Audience Award diberikan kepada film yang meraih suara penonton terbanyak (paling populer) dalam program "Vision" (yang menayangkan film-film Asia yang menjanjikan).

Kategori FIPRESCI Award adalah pengakuan tertinggi atas keunggulan artistik, inovasi, dan keberanian kreatif sebuah film yang diberikan oleh Federasi Kritikus Film Internasional (Fédération Internationale de la Presse Cinématographique).

Kategori "Face of the Future Award" yang didukung oleh perusahaan kreatif dan sosial Alternative Universe Co., Ltd. dari Thailand, diberikan kepada film Asia dalam program "Vision" yang dinilai mewakili masa depan sinema Asia.

Sedangkan Bishkek International Film Festival-Central Asia Cinema Award merupakan penghargaan yang diberikan kepada satu film Asia oleh Bishkek International Film Festival (BIFF) bekerja sama dengan Busan International Film Festival dan didukung oleh Departemen Sinematografi di bawah Kementerian Kebudayaan, Informasi, dan Kebijakan Pemuda Republik Kirgizstan.

Aktris Claresta Taufan juga meraih "Rising Star Award" di Marie Claire Asia Star Awards, bagian dari Busan International Film Festival ke-30.

Baru-baru ini, film "Pangku" juga dinominasikan untuk tujuh kategori penghargaan utama di Festival Film Indonesia (FFI) 2025.

Nominasinya antara lain Film Cerita Panjang Terbaik, Pemeran Utama Perempuan Terbaik untuk Claresta Taufan, Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik untuk Christine Hakim, dan Penulis Skenario Asli Terbaik untuk Reza Rahadian dan Felix K. Nesi. Film ini juga masuk nominasi untuk Pengarah Artistik, Penyunting Gambar, dan Penata Musik Terbaik.

Baca juga: Film "Pangku" arahan Reza Rahadian raih empat penghargaan di BIFF 2025

Baca juga: Claresta: Penting bagi perempuan bijak ambil keputusan dalam hidup

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |