Lima makanan sehat yang tergolong makanan ultra proses

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Istilah makanan ultra proses makin sering dibahas dalam kajian gizi beberapa tahun terakhir. Banyak orang mengira kategori ini hanya mencakup makanan cepat saji dan camilan kemasan, padahal sejumlah produk yang terlihat sehat justru masuk kelompok ultra proses.

Melansir dari laman EatingWell pada Senin (16/2) waktu setempat, klasifikasi makanan ultra proses umumnya mengacu pada sistem NOVA, yang membagi pangan menjadi empat kelompok berdasarkan tingkat pengolahan.

Kelompok keempat atau ultra proses biasanya mengandung banyak bahan tambahan seperti pemanis, pengemulsi, perisa, penstabil, dan bahan yang jarang dipakai di dapur rumahan.

Sejumlah ahli gizi menilai tidak semua makanan ultra proses harus dihindari sepenuhnya. Sebagian tetap memberi asupan zat gizi penting dan membantu memenuhi kebutuhan harian jika dipilih dengan cermat. Pertama, bubuk protein.

“Bubuk protein merupakan protein yang telah dipisahkan dari sumber aslinya, seperti susu atau kacang polong, melalui proses pengolahan,” kata ahli gizi Sarah Anzlovar, M.S., RDN, LDN.

Baca juga: Hati-hati, konsumsi makanan ultra-proses bisa perpendek harapan hidup

Bubuk protein masuk kategori pangan ultra proses meski populer di kalangan pelaku gaya hidup sehat.

Ia menjelaskan komposisi tiap produk berbeda. Sebagian bubuk protein mengandung banyak pemanis, perasa, dan penstabil tambahan sehingga konsumen perlu membaca label bahan sebelum membeli.

“Carilah produk yang telah diuji oleh pihak ketiga melalui organisasi yang bereputasi baik untuk memastikan keamanan dan efektivitas produk,” katanya.

Kedua, susu nabati seperti susu kedelai dan susu almond. Produk ini sering mengandung pengemulsi dan gula tambahan sehingga masuk kategori ultra proses. Meski begitu, produk fortifikasi tetap dapat menjadi sumber kalsium, vitamin D, dan mineral lain bagi pelaku diet nabati.

“Makanan nabati seperti susu kedelai dan tahu termasuk dalam kategori makanan ultra-olahan, meskipun merupakan pilihan berkualitas tinggi dan kaya nutrisi bagi orang-orang dengan alergi makanan, pembatasan diet, atau preferensi vegan/vegetarian,” kata ahli gizi lain Lauren Harris-Pincus, M.S., RDN.

Baca juga: Pilihan makanan juga bisa berpengaruh pada kesehatan mental

Ketiga, tahu berperisa. Tahu polos tergolong pangan olahan biasa, tetapi varian berperisa, diasap, atau digoreng dengan banyak tambahan masuk kelompok ultra proses.

"Pertimbangkan untuk memilih tahu polos dan membumbui sendiri," kata Harris.

Keempat, kacang kalengan bersaus. Kacang kalengan tanpa tambahan saus umumnya masih masuk kategori pangan olahan biasa. Namun jika ditambah saus dan gula, produk tersebut masuk kelompok ultra proses.

Kelima, yogurt dengan tambahan gula. Sejumlah produk yogurt mengandung gula tambahan dalam jumlah cukup tinggi.

American Heart Association merekomendasikan pembatasan asupan gula tambahan per hari, karena itu, konsumen disarankan memilih yogurt tanpa gula atau mencampur yogurt tawar dengan sedikit yogurt manis agar rasa tetap seimbang dan asupan gula lebih terkontrol.

Baca juga: Cara mengurangi makanan ultra proses

Baca juga: Makanan ultraproses dapat picu psoriasis

Baca juga: Cara mengendalikan konsumsi makanan ultra-proses

Penerjemah: Farika Nur Khotimah
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |