Legislator: Kecelakaan Transjakarta jadi momentum evaluasi menyeluruh

4 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth menyatakan, peristiwa kecelakaan bus Transjakarta Koridor 13 sebagai alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan transportasi publik dan harus menjadi momentum untuk mengevaluasi secara menyeluruh.

"Kejadian ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh. Transportasi publik adalah tulang punggung mobilitas masyarakat Jakarta, sehingga aspek keselamatan tidak boleh ditawar," kata Kenneth di Jakarta, Kamis.

Menurut Bang Kent, sapaan akrab Hardiyanto Kenneth bahwa kepercayaan masyarakat terhadap layanan angkutan massal sangat bergantung pada konsistensi pengelola dalam menjaga standar keamanan dan profesionalisme para pramudi.

Karena itu, dia mendorong manajemen Transjakarta untuk melakukan pembenahan secara komprehensif, khususnya dalam sistem rekrutmen pengemudi.

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu menyoroti bahwa selama ini proses perekrutan pramudi banyak melibatkan pihak ketiga atau swasta. Skema tersebut dinilai sah secara manajerial, namun pengawasan terhadap kualitas seleksi dan standarisasi kompetensi harus diperketat.

Baca juga: Transjakarta kecelakaan, Legislator desak pemprov segera benahi sistem

"Jangan sampai rekrutmen hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan armada. Kompetensi, kesiapan mental, serta ketahanan fisik calon pengemudi harus menjadi prioritas utama," ujarnya.

Bang Kent mengusulkan adanya penyegaran sistem pelatihan secara komprehensif melalui koordinasi yang lebih intensif antara Transjakarta dan pihak ketiga penyedia tenaga kerja.

Ia menilai pelatihan yang ada perlu dimaksimalkan, tidak sekadar formalitas administratif. Apalagi Transjakarta mempunyai Akademi Pelatihan, jadi harus dapat dimaksimalkan peran dan fungsi Akademi Transjakarta ini.

"Saran saya bahwa Transjakarta harus bisa menjadi leading sektor untuk menggelar pelatihan khusus yang bersifat wajib bagi seluruh pramudi, baik yang baru direkrut maupun yang sudah lama bertugas, bentuk skema pelatihannya seperti apa saya serahkan kembali kepada pihak manajemen PT Transjakarta," kata dia.

Ia berharap bahwa program tersebut penting, sebagai bentuk refreshment training untuk memperbarui standar keselamatan sesuai dinamika di lapangan.

Baca juga: Pram minta pihak operator ikut disanksi imbas kecelakaan TJ koridor 13

Untuk memperkuat materi pelatihan, Bang Kent menyarankan agar Transjakarta melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna memberikan pembekalan terkait analisis kecelakaan dan pembelajaran dari berbagai insiden transportasi.

Selain itu, Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas) juga dinilai perlu hadir, untuk memberikan materi kedisiplinan berlalu lintas serta penegasan larangan berkendara dalam kondisi lelah atau tidak prima.

Tak hanya itu, dia juga menekankan pentingnya pelibatan tenaga medis dan psikolog serta tokoh agama dalam pelatihan. Menurutnya, faktor kelelahan, tekanan kerja, kondisi kesehatan fisik, dan stabilitas emosional sangat mempengaruhi kualitas pengambilan keputusan saat berkendara.

“Dalam banyak kasus, faktor manusia atau human error menjadi penyebab utama kecelakaan. Karena itu, aspek kesehatan fisik, mental dan psikologis pramudi harus menjadi bagian integral dalam sistem pembinaan," kata dia menambahkan.

Bang Kent menegaskan, keselamatan penumpang merupakan tanggung jawab bersama, namun sebagai operator, Transjakarta memiliki peran sentral dalam memastikan setiap pramudi benar-benar siap secara kompetensi, fisik, dan mental sebelum mengemudikan armada yang membawa ratusan hingga ribuan penumpang setiap harinya.

"Evaluasi menyeluruh dan terobosan konkret bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan mendesak demi mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan," ujarnya.

Baca juga: Insiden Transjakarta, pengawasan berbasis teknologi perlu dioptimalkan

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |