Lebih 1.800 personel pasukan perdamaian PBB tinggalkan Lebanon Selatan

1 month ago 24

Beirut (ANTARA) - Lebih dari 1.800 personel pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah meninggalkan Lebanon selatan sejak awal November 2025, dengan lebih dari 300 personel lainnya dijadwalkan hengkang hingga Mei 2026.

Hal itu disampaikan oleh seorang pejabat Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) pada Kamis (1/1).

Penarikan personel tersebut dipicu oleh pemangkasan luas anggaran PBB, bukan karena pengakhiran misi lebih dini, kata Juru Bicara UNIFIL Candice Ardell kepada Xinhua dalam sebuah sesi wawancara eksklusif.

Ardell mengutip Resolusi 2790 Dewan Keamanan (DK) PBB, yang diadopsi pada akhir Agustus, yang memperpanjang mandat UNIFIL hingga 31 Desember 2026, dan mengesahkan penarikan pasukan secara bertahap setelahnya.

UNIFIL memiliki sekitar 10.500 personel pasukan penjaga perdamaian yang berasal dari sekitar 50 negara penyumbang tentara.

Ardell menyampaikan militer Lebanon telah menghancurkan 370 tempat penyimpanan senjata ilegal dan infrastruktur terkait di sebelah selatan Sungai Litani dalam setahun terakhir, sembari mengintensifkan pengerahan pasukannya di area tersebut dengan dukungan UNIFIL.

Dia menyebutkan aktivitas militer Israel yang terus berlanjut di dalam wilayah Lebanon sebagai hambatan utama untuk menerapkan Resolusi 1701 DK PBB dan mencapai stabilitas yang langgeng.

Sementara Lebanon dan Israel telah menegaskan kembali komitmen mereka terhadap Resolusi 1701 melalui sebuah kesepahaman pada November 2024, yang digambarkan oleh Ardell sebagai kerangka kerja bagi solusi yang langgeng, dia memperingatkan operasi darat dan udara Israel yang sedang berlangsung di dalam wilayah Lebanon terus membahayakan proses stabilitas.

Memperkuat militer Lebanon tetap menjadi "fondasi" bagi pemulihan stabilitas dan memungkinkan pemulangan pengungsi, urai Ardell, seraya menambahkan bahwa militer membutuhkan dukungan dan pelatihan tambahan untuk mengamankan area selatan.

Dia juga memperingatkan retorika permusuhan semakin meningkatkan ketegangan.

Ardell menyerukan kepada semua pihak agar bertindak lebih dari sekadar melontarkan pernyataan dan sepenuhnya mengimplementasikan Resolusi 1701, seraya mendesak militer Israel untuk mengakhiri kehadirannya di Lebanon.

Pewarta: Xinhua
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |