Kurangi LNG, Jepang tingkatkan produksi listrik dari batu bara

13 hours ago 2

Tokyo (ANTARA) - Pemerintah Jepang akan mengurangi konsumsi gas alam cair (LNG) dan meningkatkan operasi pembangkit listrik tenaga batu bara.

Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Ryosei Akazawa mengatakan pada Selasa (7/4) bahwa langkah tersebut diambil untuk menjaga stabilitas pasokan energi di tengah kenaikan harga energi.

"Untuk memastikan pasokan energi yang stabil, kami mengurangi penggunaan LNG dan mengambil langkah untuk memaksimalkan produksi listrik dari pembangkit berbahan bakar batu bara," kata Akazawa.

Sebagai langkah darurat, pemerintah Jepang memutuskan tidak memberlakukan pembatasan terhadap pembangkit listrik tenaga batu bara yang kurang efisien pada 2026, sehingga penggunaannya diperkirakan meningkat.

Ia menambahkan bahwa listrik berbasis batu bara, meskipun menghasilkan emisi karbon dioksida lebih tinggi dibandingkan sumber lain, tetap penting bagi ketahanan energi karena tidak bergantung pada pasokan dari Timur Tengah.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.

Iran membalas dengan menyerang Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Eskalasi konflik tersebut praktis menghentikan pengiriman energi melalui Selat Hormuz, jalur utama pasokan minyak dan LNG global. Akibatnya, harga bahan bakar meningkat di sebagian besar negara.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Jepang lanjutkan subsidi bensin, publik khawatir kondisi fiskal
Baca juga: PM Jepang gunakan jalur komunikasi langsung ke Iran soal Selat Hormuz

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |