Sudin LH Jakbar dorong pembentukan bank sampah di Rusun Angke

2 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Barat mendorong pembentukan bank sampah di kawasan Rusunawa Angke, Tambora, Jakarta Barat untuk mengatasi persoalan sampah di kawasan tersebut.

Kasudin LH Jakarta Barat, Achmad Hariadi mengatakan, pihaknya tengah mengusulkan pengadaan bank sampah itu ke Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) I Tambora.

"Kita ini lagi mendorong untuk dibuatkan bank sampah di dalam Rusun, jadi bukan di luar. Kita mengusulkan kepada UPRS I tambora agar bisa membuat bank sampah yang permanen," kata Hariadi saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.

Tempat bank sampah yang kondusif berada di rubanah atau basement rusun agar memudahkan pelayanan pengumpulan sampah dari warga rusun.

"Di basement rusun kita dapat titik ya, yang memang lokasinya bagus buat bank sampah. Sehingga, bank sampahnya aman, tidak kena hujan, tidak kena panas. Jadi barangnya juga aman tidak sampai hancur," ucap Hariadi.

Dengan demikian, sampah yang disuplai ke bank sampah itu masih tetap bernilai jual. "Jadi masih bisa bernilai ekonomi. Nah itu kita lagi dorong," katanya.

Baca juga: Tumpukan sampah di Rusun Angke disebut sempat robohkan dinding warung

Baca juga: Sudin LH Jakbar angkut 35 ton sampah dari kawasan Rusun Angke

Menurutnya, pengadaan bank sampah unit di Rusunawa Angke dapat saja menguntungkan pihak RT/RW, namun tetap mesti dipertimbangkan oleh pengelola rusun.

Hal ini, kata Hariadi, berkaitan dengan estetika atau tata kelola lingkungan rusun. "Bagi RT/RW mungkin bisa menguntungkan, tapi memang bagi pengelola ini perlu disosialisasikan lagi supaya keberadaan bank sampah di dalam TPS itu terlihat lebih estetik ya," kata Hariadi.

Sebelumnya, Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Barat mengangkut sebanyak 35 ton sampah dari kawasan Rusunawa Angke, Tambora, Jakarta Barat, usai kondisi kebersihan lokasi tersebut sempat viral di media sosial.

Kepala Sudin LH Jakbar, Achmad Hariadi mengatakan, pihaknya menerjunkan dua unit truk kapasitas besar, satu unit truk kecil dan dua unit truk compactor untuk mengangkut sampah dari kawasan tersebut.

"Kita sudah lakukan pengangkutan. Kalau ya, 20 ton ret pertama ditambah 15 ton ret kedua, jadi ada 35 ton," kata Hariadi saat dihubungi ANTARA, Senin (6/4) malam.

Hariadi mengatakan, tumpukan sampah memang sempat terjadi di area blok. Hal itu terjadi lantaran warga di lingkungan dekat area blok tidak memiliki tempat penampungan sementara (TPS) sendiri.

"Warga kan tidak ada TPS sendiri. Nah, mereka juga ikut buang ke sana, sehingga menambah volume-volume sampah di TPS area blok," kata Hariadi.

Baca juga: Sudin LH Jakarta Barat gencarkan grebek pilah sampah di Rusun Pesakih

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |