Jakarta (ANTARA) - KRI Prabu Siliwangi-321 melaksanakan penembakan pertama Meriam Sovraponte 76 mm dalam rangka pelayaran uji coba structural firing sebagai bagian dari rangkaian sea going lanjutan di perairan Italia, Kamis.
Dalam siaran pers resmi TNI AL yang diterima ANTARA, Kamis, dijelaskan kegiatan itu dilakukan untuk menguji kekuatan struktur kapal, integrasi sistem senjata, serta memastikan seluruh aspek mekanis dan elektrikal berfungsi dengan baik.
"Penembakan perdana ini menjadi momen penting dalam tahapan uji coba kapal perang, di mana getaran, respons struktur, serta stabilitas platform senjata diamati secara menyeluruh guna menjamin keselamatan dan efektivitas operasional," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul saat dikonfirmasi di Jakarta.
Tunggul melanjutkan selain melakukan uji tembak, pihaknya juga menggelar uji sekoci guna memastikan kesiapan sistem penurunan dan pengoperasian sekoci, sekaligus meningkatkan keterampilan awak kapal dalam menghadapi kondisi darurat.
Tunggul memastikan seluruh kegiatan uji coba itu dilaksanakan sesuai dengan prosedur keselamatan dan melibatkan personel sesuai fungsi serta keahliannya masing-masing.
"Melalui rangkaian uji coba tersebut, diharapkan KRI Prabu Siliwangi-321 semakin siap memasuki tahapan operasional berikutnya serta mampu mendukung tugas-tugas menjaga kedaulatan dan keamanan laut," jelas Tunggul.
Diketahui, TNI AL menerima KRI Prabu Siliwangi-321 yang baru saja diselesaikan pembangunannya oleh galangan kapal asal Italia, Fincantieri.
Penyerahan itu dihadiri langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali di galangan kapal Fincantieri, Muggiano, Italia pada 22 Desember 2025.
Kehadiran KRI Prabu Siliwangi-321 tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AL memodernisasi alutsista guna menjaga wilayah laut Indonesia.
Baca juga: TNI AL terima kapal perang baru buatan Italia, KRI Prabu Siliwangi
Baca juga: TNI AL pastikan KRI Prabu Siliwangi sampai ke Indonesia Maret 2026
Pewarta: Walda Marison
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































